alexametrics

Kementerian PUPR Inisiasi Program S-2 Superspesialis Infrastruktur

Gandeng Empat PTN
29 Juni 2020, 15:24:03 WIB

JawaPos.com – Gencarnya pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan tenaga-tenaga ahli. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pun menginisiasi pendidikan tenaga ahli superspesialis untuk sebelas bidang pembangunan infrastruktur.

Sebelas bidang tersebut memang terhitung sulit dan membutuhkan keahlian khusus. Di antaranya, eksplorasi air tanah dalam, struktur bawah tanah, drainase, struktur jembatan khusus, keamanan bendungan, serta mitigasi bencana likuefaksi tanah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, program master superspesialis tersebut menjawab tantangan pembangunan infrastruktur. Selain itu, memenuhi kebutuhan Kementerian PUPR akan keahlian teknis spesifik terkait dengan infrastruktur ke-PU-an dan mampu mengatasi permasalahan lapangan.

Indonesia saat ini punya 240-an bendungan dan sedang membangun 50-an bendungan lain. ’’Saya ingin memiliki reservoir operation experts sehingga pola operasi bendungan dapat dilakukan berdasar prinsip keilmuan,’’ kata Basuki.

Program superspesialis bidang PUPR terdiri atas sebelas program studi (prodi) yang dilaksanakan bersama empat perguruan tinggi negeri. Yaitu, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Diponegoro (Undip).

’’Program S-2 superspesialis ini akan dilaksanakan selama 18 bulan di mana 6 bulan di kelas dan 12 bulan di lapangan bersama mentor. Program ini sudah disetujui oleh menteri pendidikan dan kebudayaan,’’ terang Basuki.

Selain program master superspesialis, Kementerian PUPR membuka Politeknik PU di Semarang pada 2019. Politeknik PU merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) di bawah Kementerian PUPR dengan tiga program studi diploma (D-3). Yakni, teknologi konstruksi bangunan air, teknologi konstruksi jalan dan jembatan, serta teknologi konstruksi bangunan gedung. Setiap program studi terdiri atas satu kelas dengan 50 mahasiswa.

Basuki menjelaskan, Politeknik PU merupakan salah satu terobosan Kementerian PUPR untuk memenuhi kebutuhan dunia industri terhadap tenaga konstruksi terampil dalam menghadapi tantangan global maupun nasional bidang pekerjaan umum.

Basuki juga mendorong fakultas teknik di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan proyek Kementerian PUPR sebagai training ground mahasiswa. Kementerian PUPR sangat terbuka untuk menerima kunjungan mahasiswa ke balai dan proyek PUPR di seluruh Indonesia.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/c19/fal



Close Ads