alexametrics

Labuan Bajo Terus Berbenah Menuju KTT G-20

27 Juli 2020, 13:34:08 WIB

JawaPos.com–Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terus berbenah diri setelah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi lokasi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023. Pembangunan infrastruktur terus digenjot di Kota Labuan Bajo. Mulai dari jalan hingga infrastruktur lain yang dapat mendukung pelaksanaan pertemuan KTT G-20 itu.

Jalan di dalam kota sepanjang 64 kilometer saat ini sedang diperbaiki. Juga pembangunan gorong-gorong. Semuanya ditargetkan selesai pada akhir 2020. Total ada sembilan paket jalan yang harus dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) NTT.

”Tak hanya jalan yang sedang dikerjakan, pembangunan kawasan Puncak Waringin saat ini sudah masuk dalam tahap II. Tahap satu sudah selesai 100 persen dan tahap dua sudah 40 persen,” ujar Direktur Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores Shana Fatinah seperti dilansir dari Antara.

Puncak Waringin terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kota Labuan Bajo, merupakan lokasi wisata di ketinggian. Puncak Waringin bagi warga Labuan Bajo merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati pemandangan panorama ketika matahari mulai tenggelam (sunset) dengan pemandangan lanskap budaya berupa Pelabuhan Labuan Bajo beserta aktivitas manusia di sekitarnya, laut, serta gugusan pulau.

”Top Mini Puncak Waringin memiliki arti puncak (dengan tanaman) pohon beringin. Lahan Puncak Waringin merupakan lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Lahan tersebut kini dibangun dengan beragam fasilitas bangunan berarsitektur unik untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif,” kata Shana.

Dia menambahkan, pembangunan kawasan Puncak Waringin untuk mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional. Selain itu, juga sebagai persiapan untuk KTT G-20.

Selain pembangunan di kawasan kota, pembangunan juga dilakukan Kementerian PUPR di fasilitas wisata lain seperti Goa Batu Cermin. Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan, menyambut KTT G20 itu tidak hanya mengandalkan kawasan wisata di perkotaan. Pemerintah pusat juga terus mencari spot-spot kawasan wisata lain di sekitar Manggarai Barat untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan. ”Untuk mendukung pariwisata di Labuan Bajo tidak hanya mengandalkan satu kawasan wisata saja, tetapi juga butuh lebih banyak lagi,” ujar Rudy.

Menurut dia, pelaksanaan pertemuan KTT itu dibutuhkan sekitar 20 ribuan kamar hotel. Sementara hingga saat ini jumlah kamar hotel di Labuan Bajo saja mencapai 2.000an kamar.

Oleh karena itu, dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, pemerintah akan terus bekerja keras agar berbagai fasilitas pendukung untuk KTT G-20 berjalan dengan lancar. Sebab menurut Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pertemuan KTT G-20 di Labuan Bajo akan didesain sedemikian rupa sehingga yang disuguhkan bukanlah hal-hal yang biasa, tetapi menyuguhkan keindahan alam di Labuan Bajo.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, selain infrastuktur yang dibangun, SDM juga harus disiapkan sehingga masyarakat tak menjadi penonton saat pelaksanaan KTT tersebut. ”Jadi selain pembangunan infrastruktur, SDM juga harus mulai disiapkan saat ini. Hal itu tugas dari pemda,” Suharso.

Disamping itu wisata budaya juga harus mulai disiapkan untuk disuguhkan kepada para peserta pertemuan KTT G-20.
Bappenas sudah merancang agar dibangun sebuah amphiteater di desa wisata itu agar bisa menampung banyak wisatawan yang ingin menonton tarian caci yang memang sudah terkenal.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dulla mengatakan, untuk membangun kawasan wisata di Labuan Bajo mendukung KTT G-20, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana Rp 1,3 triliun. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur untuk KSPN Labuan Bajo meliputi bidang sumber daya air, pembangunan Bidang Jalan, jembatan, bidang Pemukiman dan bidang perumahan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads