alexametrics

Pembebasan Lahan Tol Solo-Jogja Berjalan, 98 Persen Warga Setuju

26 Desember 2020, 09:17:36 WIB

JawaPos.com – Tahapan pembangunan jalan tol Jogja-Solo terus berlanjut. Pembebasan lahan pembangunan proyek tol Jogja-Solo di wilayah DIJ sudah dimulai berjalan. Di wilayah Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, total ada 870 hingga 900 bidang tanah yang akan dibebaskan.

Ketua Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo Wijayanto menjelaskan, sudah ada 294 bidang yang telah dimusyawarahkan. Sebanyak 50 bidang tanah pembebasan lahannya diharapkan akhir bulan Desember 2020. Sedangkan 244 bidang tanah lainnya dilanjutkan Januari 2021. Bidang tanah itu berada di Temanggal 2 dan Kadirojo 2.

Totok menjelaskan batas akhir pengajuan surat permintaan pembayaran (SPP) adalah 4 Desember. Hanya saja, tim proyek baru bermusyawarah di Purwomartani pada 8 Desember. “Sehingga Desember mudah-mudahan bisa terbayarkan. Dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan Rp 370 miliar,” ungkapnya seperti dikutip Radar Jogja,  Jumat (24/12).

Terkait warga yang belum setuju dengan harga tanah dari tim appraisal, Totok mengaku 98 persen warga terdampak menerimanya, tanpa musyawarah dua kali. Sedangkan dua persen warga yang tidak menerima karena ada beberapa item yang belum masuk data. “Namun secara umum nilai ganti bisa diterima dengan baik,” lanjutnya.

Menurut Totok, bagi warga yang menerima maupun menolak, akan diberi waktu selama 14 hari. Hal itu sudah diatur dalam UU yang berlaku yakni Peraturan Mahkamah Agung No 3/2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Jika dalam waktu ditentukan belum memberikan keputusan, maka harus mengajukan keberatan ke pengadilan negeri mengenai nilai itu.

Namun hingga saat ini tidak ada warga yang mengajukan keberatan. Kalaupun ada, nanti akan mediasi di PN dan jika tidak ada titik temu akan ada. Jika tidak puas lagi, bisa mengajukan ke kasasi. Jika nantinya telah diputuskan, dan ada satu orang yang tidak menerima, maka tim penilai itu dianggap kredibel. “Karena 98 persen yang lain menerima. Kalau sampai itu terjadi, uangnya akan berkurang, kasihan dia,” katanya.

Seperti diketahui, tol Jogja-Solo terdiri atas tiga seksi trase. Mulai dari Kartasura-Purwomartani, Purwomartani-Gamping, dan Gamping-Purworejo yang termasuk di dalamnya adalah jalur menuju YIA.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) meminta warga terdampak tol untuk mengikuti mekanisme tawar-menawar yang ada. Jika tidak setuju dengan nominal ganti, bisa disampaikan ke tim pembebasan lahan.

“Ada mekanisme tawar-menawar. Itu urusannya dengan pokja yang mengurusi dari Provinsi. Yang jelas itu ganti untung, bukan ganti rugi karena harga yang ditawarkan sudah di atas harga yang layak,” kata SP.

SP berharap para lurah di wilayah terdampak untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat. Dengan harapan nantinya jika ada tol melintasi Sleman, masyarakat banyak diuntungkan.

Editor : Mohamad Nur Asikin


Close Ads