alexametrics
Sisir Jalur Selatan (5)

Jalur Non-Tol Pantai Selatan Serasa Tol serta Iming-Iming Kipo

26 April 2022, 08:16:53 WIB

LINTAS pantai selatan (pansela) Jawa tidak melulu berupa jalan berkelok naik turun. Di beberapa titik, pemudik akan merasakan sensasi berkendara asyik seperti di rute Purwokerto–Jogjakarta.

Ya, setelah melibas Jalan Nasional III di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, pemudik yang memilih jalur selatan dan pansela harus memilih dua opsi. Terus menyisir Jalan Nasional III lewat pusat Kota Kebumen dan Purworejo atau turun untuk kembali menyisir jalur di pinggir laut selatan Jawa.

Dua opsi tersebut sama baiknya. Kualitas jalannya bagus. Ketersediaan fasilitas penunjang bagi pemudik juga memadai. Jawa Pos sudah mencoba dua jalur itu.

Khusus opsi pertama, pemudik yang belum terbiasa melintas di jalur selatan Jawa hanya perlu hati-hati memilih jalan. Selayaknya jalanan di perkotaan, ada beberapa pertigaan dan perempatan yang bisa jadi membingungkan bagi pemudik.

Tentu Google Maps bisa menjadi solusi. Namun, sebaiknya tidak sepenuhnya pasrah pada aplikasi peta digital tersebut. ”Jangan sampai tersesat masuk jalanan kampung,” kata Djoko Setijowarno.

Ketua bidang advokasi dan kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat itu menyatakan bahwa berita pemudik tersesat karena mengikuti aplikasi peta digital sudah berkali-kali muncul. Baik saat arus mudik, balik, maupun perjalanan pada hari biasa.

Saat melintas di Jalan Nasional III dari Purwokerto menuju Jogjakarta, Jawa Pos mencoba sepenuhnya berpatokan pada rute yang ditunjukkan aplikasi peta digital. Kami memang tidak tersesat.

Namun, aplikasi tersebut mengarahkan untuk memotong jalur lewat jalan-jalan di pedesaan. Jalanan yang belum tentu cocok untuk semua pemudik. Karena itu, tidak ada salahnya berhenti sejenak untuk bertanya jika memang tidak hafal jalan.

Lain hal dengan opsi kedua. Jalur pansela yang membelah daerah Kebumen, Purworejo, dan Jogjakarta itu didominasi jalan lurus yang mulus. Setidaknya ada tiga jalan yang menghubungkan tiga daerah tersebut: jalur pansela, Jalan Urut Sewu, dan Jalan Daendels.

Berkendara melalui tiga jalan tersebut hampir mirip dengan berkendara di jalan tol. Selain karakter jalan yang lurus sepanjang puluhan kilometer, lebar jalannya tidak sekecil pansela antara Tasikmalaya–Pangandaran.

Bukan hanya itu, jalan tersebut juga masih tergolong sepi. Sehingga pemudik bisa sesekali tancap gas.

Lantas, bagaimana dengan fasilitas tempat istirahat dan SPBU? Tidak usah khawatir. Sebab, di sepanjang jalan tersebut tersedia banyak tempat istirahat. Begitu pula dengan SPBU.

Di sepanjang jalur itu, banyak perkebunan milik warga. Termasuk kebun buah-buahan. Dari jambu batu, semangka, sampai pepaya. Semua dijual fresh dengan harga yang relatif murah. Hanya, seperti jalur pansela di Jawa Barat, jalur pansela di Jawa Tengah dan Jogjakarta juga minim fasilitas penerangan jalan umum (PJU).

Untuk memastikan pemudik aman dan nyaman, Korlantas Polri sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. ”Semua titik rawan sudah dipetakan. Baik lokasi rawan pelanggaran, kecelakaan, maupun lokasi rawan lainnya,” kata Kepala Seksi Operasi Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi kepada Jawa Pos.

Bagi yang tujuan akhirnya bukan Jogjakarta, tak ada salahnya melepas lelah sejenak setelah menempuh perjalanan panjang menyusuri rute selatan Jawa. Mencicipi atau membeli oleh-oleh khas, misalnya.

PENGANAN KHAS: Kipo yang bisa ditemukan di Kotagede, Bantul. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Di Kotagede, Bantul, ada makanan khas setempat yang tidak bisa ditemukan di kawasan lain di Jogjakarta: kipo. Apalagi yang rasanya orisinal seperti buatan Bu Djito. ”Karena kami yang pertama,” ungkap Imam Huda Aminudin saat diwawancarai oleh Jawa Pos, Rabu (13/4).

Imam merupakan cucu Bu Djito. Kalimat serupa yang dia sampaikan terpampang jelas di toko Kipo Bu Djito yang berada di Jalan Mondorakan, Kotagede.

Di luar Ramadan, kipo bisa disajikan sebagai santapan pagi hari. Saat puasa, penganan khas Kotagede itu enak dijadikan menu berbuka. Rasanya manis, sementara teksturnya kenyal.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/c17/ttg

Saksikan video menarik berikut ini: