alexametrics

Ada Kolam Berendam Air Panas di Ruang Ganti Pemain Stadion Manahan

Beroperasi September 2019
25 Agustus 2019, 18:02:28 WIB

JawaPos.com – Pembangunan Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, sudah mencapai 96 persen dan diperkirakan rampung September 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun stadion kebanggan Pasoepati itu mulai Agustus 2018 lalu.

“Kami targetkan bisa rampung sesuai jadwal yakni bulan September 2019,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada awak media, Minggu (25/8).

Dalam pembangunannya, Basuki menugaskan Ditjen Cipta Karya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Solo. Stadion Manahan Solo didesain untuk dapat menampung 20 ribu penonton menggunakan kursi tunggal (single seat).

Stadion ini dibangun agar dapat menjadi venue event olahraga skala nasional dan internasional. Biaya konstruksinya mencapai Rp 301,33 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan PT Penta Rekayasa, dengan mekanisme Kerja Sama Operasi (KSO).

“Pembangunan tribun penonton juga akan dihiasi motif batik kawung sebagai ciri khas budaya Solo,” katanya.

Menurut Basuki, keunggulan lain yang akan dimiliki Stadion Manahan adalah kualitas rumput. Lapangan di Stadion Manahan ditanami rumput berjenis Zoysia Japonica, sama dengan yang digunakan di Stadion Gelora Bung Karno. Rumput jenis ini memiliki keunggulan lebih hijau dan berakar kuat.

Selain itu, stadion didukung drainase lapangan yang baik. Sehingga, meskipun hujan, tidak terjadi genangan pada saat pertandingan.

Stadion ini nantinya juga akan memiliki atap yang mengelilingi bangunan atas. Alhasil, penonton aman dari hujan maupun cuaca panas.

“Untuk pencahayaan akan menggunakan kualitas penerangan hingga 1.500 lux,” bebernya.

Stadion Manahan juga dilengkapi dengan papan skor elektronik dengan ukuran besar. Kemudian di ruang ganti pemain dilengkapi kolam berendam air panas untuk masing-masing tim.

Diharapkan pembangunan Stadion Manahan yang baru akan menjadi ikon baru Kota Solo serta ikut meningkatkan prestasi olahraga di Solo khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads