Sejumlah rumah yang terdampak Tol Ki Agung di Kelurahan Semampir, Kota Kediri sudah ditinggalkan penghuninya. (Foto: WAHYU ADJI/JPRK)
JawaPos.com - Tim Pembebasan Tanah (TPT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan tim dari PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT) telah membahas rencana realisasi konstruksi pembangunan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung).
Pembahasan intens terkait rencana realisasi konstruksi tol yang menelan dana hingga Rp 9,92 triliun ini diungkapkan oleh Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti.
"Pembahasan kami lakukan pekan lalu," kata Linanda Krisni Susanti seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Rabu (13/3).
Sedangkan terkait perkiraan waktu dimulainya pembangunan fisik Tol Kediri-Tulungagung, perempuan yang akrab disapa Nanda ini menyebutkan bahwa saat ini seluruh persiapan tengah dimatangkan.
"Mereka (PTSSAT, Red) sudah mau siap-siap masuk. (Pembangunan tol, Red) mungkin setelah lebaran," ucapnya.
Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung yang menjadi akses menuju Bandara Dhoho Kediri ini memang rencananya akan direalisasikan terlebih dahulu. Terutama akses dari sisi barat, yakni di perempatan Bolawen, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan.
Sementara itu, untuk jembatan penghubung di Kelurahan Semampir yang juga dikabarkan akan direalisasikan kali pertama, Nanda menyebut bahwa dirinya belum bisa memastikan objek mana yang didahulukan.
"Mungkin paralel dengan yang di Tiron mulai, begitu juga pengerjaan untuk jembatan," jelasnya.
Meskipun progres di tiap daerah berbeda, termasuk untuk akses menuju Bandara Dhoho Kediri yang menjadi prioritas, tetapi setelah adanya koordinasi tersebut pihaknya akan mempercepat pengadaan tanah.
Untuk ruas di Kota Kediri, progres penlok II baru akan dilakukan sosialisasi. Terkait hal itu, TPT sudah mengkomunikasikannya dengan BPN Kota Kediri. Sedangkan untuk Kabupaten Kediri, sosialisasi di Desa Tiron dan Manyaran, Banyakan sudah selesai dilakukan.
"Pengukuran sudah selesai. Sekarang sudah turun Satgas B bersama (dinas, Red) pertanian dan perkim untuk mendata (yuridis aset, Red)," kata Nanda.
Selanjutnya, pemasangan patok right of way (RoW) juga masih terus dilakukan, mulai dari wilayah utara menuju ke selatan atau wilayah Kabupaten Tulungagung. Dia juga menyebut pematokan ditarget selesai pada Maret.
"Pematokan di Kota Kediri sudah selesai. Di Kabupaten Kediri sudah sampai Desa Ngadi. Selatannya lagi masih ada Desa Ngetrep. Habis itu sudah masuk Tulungagung," kata Nanda.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa progres pengosongan lahan di Desa Tiron dan Manyaran merupakan yang paling cepat dibandingkan dengan wilayah terdampak lainnya.
Diketahui, hingga Februari lalu pengadaan tanah tahap I di Kabupaten Kediri sudah mencapai 97,63 persen. Sedangkan pengadaan tanah tahap II di seluruh wilayah terdampak baru berada pada tahap pengukuran.
Apabila pengadaan tanah tahap II selesai, PT SSAT sudah bisa segera merealisasikan pembangunan fisik Tol Kediri-Tulungagung. Baik untuk akses Bandara Dhoho dengan panjang 6,82 kilometer, serta main road Kediri-Tulungagung sepanjang 37,35 kilometer.