alexametrics

Tol Serang–Panimbang dan Cisumdawu Masuk Target Prioritas 2021

24 Juni 2020, 13:05:16 WIB

JawaPos.com–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan jalan tol Serang–Panimbang dan Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdu) akan masuk ke dalam target prioritas pembangunan infrastruktur tahun depan.

”Jalan bebas hambatan atau tol sebagai bentuk dukungan pemerintah di Serang–Panimbang di Banten dan Cisumdawu, Jawa Barat,” ujar Menteri Basuki dalam Rapat Kerja Komisi V DPR seperti dilansir dari Antara di Jakarta pada Rabu (24/6).

Menteri PUPR menyampaikan, rencananya Ditjen Bina Marga membangun 35 kilometer jalan tol pada 2021. Target prioritas Ditjen Bina Marga lainnya, pada 2021 antara lain pembangunan jalan nasional sepanjang 662 kilometer, kemudian pelebaran jalan menambah lajur sepanjang 17 kilometer.

Di sektor jembatan, kata menteri, Ditjen Bina Marga ditargetkan melakukan pembangunan dan duplikasi 18.588 meter jembatan, lalu penggantian 1.990 meter jembatan, dan pemeliharaan 510.366 meter jembatan nasional. Ditjen Bina Marga juga berencana membangun 2.466 meter jalan layang, underpass atau terowongan, antara lain jalan layang Martadinata di Pamulang (Banten), underpass Bulak Kapal (Bekasi), jalan layang Kopo (Jawa Barat), jalan layang Purwosari (Jawa Tengah), jalan layang bandara Jenderal Ahmad Yani (Semarang), dan jalan layang Simpang Kabli (Batam, Kepulauan Riau).

”Untuk program konektivitas yakni di bidang bina marga dengan rencana total anggaran sebesar Rp 38,8 triliun digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan,” kata Basuki.

Rincian total anggaran untuk Ditjen Bina Marga itu terdiri atas Rp 36,02 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan, serta sisanya untuk dukungan manajemen sebesar Rp 2,87 triliun yang diperuntukkan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan.

Salah satu program Kementerian PUPR pada 2021 yakni program infrastruktur konektivitas yang merupakan hasil desain ulang yang dilakukan Kementerian PUPR. Hal itu dilakukan dengan menyederhanakan program dari semula 13 program pada 2020 menjadi hanya lima program pada 2021.

Kelima program tersebut, antara lain dukungan manajemen, pendidikan dan pelatihan vokasi, infrastruktur konektivitas, ketahanan sumber daya air, serta perumahan dan kawasan permukiman. Dasar desain ulang program Kementerian PUPR yakni visi-misi Presiden Joko Widodo dan lima fokus prioritas pembangunan 2020–2024, kemudian tujuh agenda pembangunan dalam RPJMN 2020–2024 serta tugas dan fungsi Kementerian PUPR berdasar Perpres 27/2020 dan Permen PUPR 13/2020.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads