alexametrics

Antisipasi Korona, Bandara APT Pranoto Bangun Lab Covid-19 Mandiri

24 Juni 2020, 10:45:12 WIB

JawaPos.com – Operator Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengantisipasi penularan virus korona dari penumpang atau dari luar. Langkahnya, menyiapkan laboratorium dianogsic di kawasan bandara.

Pembangunan Lab Covid-19 itu menggandeng perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Hemera International Pte Ltd, LG International Corp, dan Eone Laboratories.

Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi menuturkan, pihaknya berharap laboratorium diagnosa Covid-19 bisa membantu masyarakat Samarinda dan Kaltim. “Lab ini bisa membantu pemerintah,” ujar Dodi Dharma Cahyadi dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Rabu (24/6).

Dodi Dharma menyebut, pihaknya sengaja menggandeng Hemera International Pte Ltd, LG International Corp, dan Eone Laboratories, agar lab tersebut dapat disiapkan dengan cepat.

Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kaltim (Dok. Prokal.co/Jawa Pos Group)

Menurut Dodi Dharma, masyarakat selama ini sangat terbebani dengan tes PCR yang biayanya cukup mahal. Untuk satu spesimen dalam tes PCR di RS swasta dan lab konvensional membutuhkan biaya Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

Sebab, dengan protokol kesehatan di bandara pada new normal, setiap penumpang wajib melakukan tes PCR Covid-19. “Bandara merupakan pintu gerbang kota, kita harus menjaganya. Virus korona ini kita tidak tahu kapan berakhirnya, tapi kita tidak bisa diam melihat situasi ini,” kata Dodi Dharma Cahyadi. Dengan alasan itu, Dodi menerima penawaran dari pihak Hemera International.

Dengan adanya lab diagnosa ini, dia berharap tes PCR bisa dilakukan dengan biaya murah dan hasilnya dapat diketahui lebih cepat. Tentunya hasil dari tes itu lebih akurat.

Dengan adanya lab diagnosa ini, maka masyarakat tidak perlu repot repot melakukan pemeriksaan sample beberapa hari sebelum berangkat. Mereka cukup melakukan tes PCR di bandara pada hari keberangkatan.

Head of Indonesia Business Solution Division LG International Corp Mr Choi Min mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Sebelumnya kami sudah memberi bantuan untuk Pemerintah Indonesia melalui BNPB. Kami sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam menangani wabah Covid-19 di Indonesia,” kata pria yang sudah 24 tahun tinggal di Indonesia tersebut.

Penandatanganan MoU pembangunan Lab diagnosa Covid-19 di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kaltim. (Istimewa)

Menurut Choi Min, Pembangunan Lab Diaganostic Covid-19 ini adalah upaya bersama pemerintah dan pihak swasta asing dalam penanganan pandemi Covid -19. Seluruh pembiayaan pembangunan Lab tersebut ditanggung oleh Hemera International Pte Ltd. Sedangkan operasional Lab, nantinya dilakukan secara bersama oleh Konsorsium Hemera dan pihak pengelola bandara.

Director Hemera International Pte Ltd Justin Lim mengatakan, pihak konsorsium tidak semata mata mempertimbangkan nilai bisnis dalam investasi. Ada nilai kemanusiaan di dalam proyek tersebut.

“Kami berniat membantu Indonesia untuk mempercepat penanganan Covid-19, agar dunia bisnis bisa bergerak kembali,” ujar Justin Lim.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra



Close Ads