alexametrics

Gubernur Jatim Bahas Proyek Kereta Api Gerbangkertasusila

Dananya Mencapai 337 Juta Dolar
23 November 2021, 20:07:03 WIB

JawaPos.com–Kereta api di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan, akan segera terwujud. Hal itu dipastikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang baru menjajaki kerja sama dengan KfW (Kreditanstalt Fur Wiederaufbau) Office Jakarta atau Bank Pembangunan Jerman untuk pembangunan jalur kereta api di wilayah yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila itu.

Jalur kereta api tersebut untuk mempercepat konektivitas guna mendorong pertumbuhan perekonomian di kawasan satelit Jawa Timur. Penjajakan kerja sama tersebut disampaikan Khofifah saat menerima Green Infrastructure Initiative (GII) Portofolio Manager KfW Frankfurt Jerman Olaf Georke di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/11).

Menurut Khofifah, rencana pembangunan jalur kereta api Surabaya Regional Railways Lines (SRRL) di wilayah Gerbangkertasusila sejalan dengan mandat Perpres No. 80 Tahun 2019. Salah satu poin pentingnya yaitu membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertosusila.

”Ini menjadi kebutuhan dari konektivitas di wilayah Gerbangkertasusila, sekaligus melaksanakan salah satu dari mandat Perpres No. 80 Tahun 2019 yaitu membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertasusila. Mengenai hal ini sudah pernah berdiskusi dengan beberapa menteri sampai dengan Bapak Presiden Jokowi,” jelas Khofifah.

Khofifah menyebut, dari pemaparan yang disampaikan KwF atau Bank Pembangunan Jerman akan ada beberapa format pembangunan SRRL wilayah Gerbangkertosusila. Pertama jalur Stasiun Gubeng–Sidoarjo. Kedua jalur Stasiun Gubeng–Stasiun Kota–Stasiun Pasar Turi. Selanjutnya Lamongan–Gresik, Gubeng–Mojokerto. Sementara format pembiayaan yang disampaikan yaitu hibah dan pinjaman (loan).

Rencana total pembiayaan pembangunan SRRL Fase 1 rencananya mencapai USD 337.977.800. Dengan rincian terdiri atas total hibah sebesar USD 89.222.800 dan pinjaman (loan) 248.755.000.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads