alexametrics

Pembangunan Infrastruktur Dorong Kenaikan Harga Properti

20 Juni 2019, 14:17:18 WIB

JawaPos.com – Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh Pemerintah memberi dampak bagi perkembangan harga properti. Hasil riset yang dilakukan Housing Finance Center atau HFC, unit riset milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat BTN House Price Index atau BTN HPI pada triwulan I 2019 mencapai 163,90 atau naik sekitar 7,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laju kenaikan BTN HPI pada triwulan pertama tahun ini juga terhitung lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika pada triwulan I /2018 BTN HPI tumbuh 6,44 persen dibandingkan triwulan I tahun 2017.

“BTN HPI sempat tertekan pada tahun 2015 hingga 2018 karena laju pertumbuhan HPI cenderung melandai. Tahun ini kita optimistis harga properti akan semakin meningkat, seiring dengan diselesaikannya proyek-proyek infrastruktur yang telah digagas pemerintah,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono saat memaparkan hasil riset BTN HPI pada acara Indonesia Housing Forum di Jakarta, Rabu (19/6).

Dengan pertumbuhan BTN HPI yang mulai menanjak, banyak pihak yang berharap pemerintah tetap berhasil mengurangi backlog perumahan atau kurangnya pasokan perumahan. Untuk itu, Maryono menilai diperlukan sejumlah terobosan baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

“Generasi milenial akan menjadi tulang punggung dari perekonomian bangsa, karena akan mendominasi sekitar 34 persen dari populasi penduduk Indonesia pada tahun 2020, sehingga seluruh stakeholder bidang properti harus bisa menyelaraskan strategi serta kebijakan dengan kebutuhan dan karakter generasi milenial,” kata Maryono.

Berdasarkan survey yang digelar HFC terhadap 270 responden berusia 21-35 tahun yang dipilih dari wilayah padat penduduk seperti Jabodetabek, Jawa Timur (Surabaya-Sidoarjo) dan Batam, generasi milenial ingin memiliki rumah tapak dengan harga terjangkau, dan dengan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama 10-15 tahun serta cicilan yang sesuai dengan kemampuan.

“Produk KPR yang diinginkan milenial harus mudah dipahami, sesuai dengan kemampuan keuangan mereka serta harus sudah disiapkan atau dimulai sejak mereka duduk dibangku SMA atau perguruan tinggi lewat produk tabungan untuk KPR,” kata Maryono.

Untuk menjembatani keinginan milenial memiliki rumah, Bank BTN menyediakan produk tabungan untuk KPR yaitu Si Muda Rumahku Tabungan untuk pemilikan rumah bagi mahasiswa dan pemuda, dan produk KPR Gaesss, yaitu produk KPR yang dikemas dengan KPR Zero yang memiliki fitur kemudahan bagi milenial, seperti cuti cicilan hingga 2 tahun serta kemduahan persyaratan lainnya.

“Sejak diluncurkan pada bulan Oktober tahun lalu hingga Mei tahun ini kredit yang disalurkan lewat KPR Gaesss mencapai Rp 6,9 triliun. Adapun dari Januari hingga Mei tahun ini KPR Gaess mencatat outstanding kredit sebesar Rp 3,83 triliun dan ditargetkan bisa mencapai sekitar Rp 7 triliun hingga akhir tahun 2019,” kata Maryono.

Adapun per Mei 2019, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan utk MBR dan Non MBR 386.137 unit rumah, baik pembiayaan KPR maupun Konstruksi. Khusus utk pembiayaan perumahan MBR, baik KPR Subsidi maupun Kredit Konstruksi, Bank BTN telah menyalurkan sebanyak 272.600 unit rumah dengan jumlah kredit Rp17,24 Triliun, yang terdiri dari KPR Subsidi 93.221 unit dengan total kredit Rp11,89 Triliun dan Kredit Konstruksi rumah MBR 179.379 unit sejumlah Rp 4,35 Triliun.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Close Ads