alexametrics

Proyek Konstruksi Masih Berjalan di Tengah Pandemi Virus Korona

20 Mei 2020, 19:04:42 WIB

JawaPos.com – Pandemi virus korona jenis baru (Covid-19) membuat berbagai aktivitas perekonomian macet. Namun, riset BCI Asia sebagai penyedia layanan informasi proyek konstruksi di Asia Pasifik menunjukkan data yang menari. Pada kuartal II 2020 masih ada sebagian proyek di sektor residensial, hotel, dan industrial yang tetap berjalan. Ini bisa menjadi potensi bagi para pemilik proyek konstruksi, para arsitek, kontraktor, produsen, hingga distributor material proyek.

BCI memproyeksikan proyek baru (new contract) di sektor residential selama delapan bulan ke depan sebesar Rp 30,48 triliun. Baik di sektor landed house maupun apartemen. Awalnya, saat pandemi mulai muncul para pengembang sempat memiliki kekhawatiran terjadi perlambatan bisnis karena masalah cash flow dan supply chain untuk material bangunan.

“Tapi, para mengembang memiliki argumentasi juga kalau pandemi hanya bersifat sementara. Ada hal besar yang ingin mereka raih, yaitu lonjakan besar populasi umur produktif. Khususnya populasi milenial sebesar 33,7 persen atau sebesar 88 juta dari total populasi nasional,” ujar National Sales Manager BCI Asia Ronal Imam Setiawan.

Ronal menyatakan, bahwa pelaku bisnis konstruksi seperti supplier dan manufacturer harus mampu mempetakan kondisi pasar konstruksi dengan baik. Misalnya, memakai pendekatan cluster modelling.”Sebab pada kondisi sekarang, banyak respons yang diterima oleh pelaku bisnis mendadak menghentikan kegiatan penjualan dengan alasan semua proyek dihentikan,” ungkapnya.

Salah satu yang sektor yang diprediksi bakal tumbuh adalah perhotelan. Seperti diketahui, ketika pandemi merebak di Indonesia dan ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB), okupansi hotel terus turun dalam tiga bulan terakhir. Banyak pemiliki hotel yang menghentikan proyeknya untuk sementara. Namun, pada kuartal empat 2020, bisnis perhotel akan menggeliat lagi.

Saat ini, pemerintah juga sedang mencari jalan untuk memulihkan kembali sektor pariwisata yang sangat terpukul oleh pandemi Covid-19. Seperti memberikan stimulus pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang banyak menitik beratkan pada relaksasi insentif pajak hotel dan restoran, stimulus bagi UMKM, serta diskon penerbangan.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto menuturkan, hingga saat ini semua proyek pembangunan di Jakarta masih tetap berjalan walau telah diberlakukan PSBB. Sudah tidak ada masalah dengan pelaksanaan konstruksi di Ibu Kota karena pihak kontraktor tinggal menjalankan instruksi Menteri PUPR. ”Di instruksi menteri itu sudah jelas,” ungkapnya.

Ketua Bagian Hubungan Internasional Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) yang juga Direktur PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Partha Sarathi menambahkan, hingga saat ini sebanyak 90 project Adhi Karya masih bekerja secara normal. Selain itu, ada 17 proyek yang di-suspend dikarenakan pembiayaan dan kondisi di lapangan.

Sebagai kontraktor, Adhi Karya telah menerapkan protokol Kesehatan dengan istilah: The New Normal di Lingkungan Kerja. Menyesuaikan mess atau tempat tinggal bagi pekerja proyek di lapangan, kantin kantor, dan juga pengecekan berkala selama tiga bulan.

“Kami juga telah membuat skenario revenue comparation dalam menghadapi situasi pandemik supaya secara bisnis dan keuangan tidak mengalami drop-off selama menjalani masa ini,” sebutnya.

Credit Officer PT. Akseleran Keungan Inklusif Indonesia Christoper Gultom menyatakan, menjaga cashflow internal di saat pandemi merupakan hal penting. Sebab, lembaga keuangan akan cenderung lebih konservatif dalam melakukan pembiayaan. Akan tetapi, bukan berarti tidak menyalurkan pembiayan baru.

“Penyaluran kredit bank dari BTN, Bank DKI, dan BRI masih mengalami pertumbuhan di tengah pandemi virus Korona. Kinerja pembiayaan dari akseleran pun sebagai marketplace lending platform menjelang lebaran juga cenderung meningkat,” tegasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Agus Wirawan



Close Ads