Subholding Gas Pertamina Mulai Bangun Infrastruktur Gas Bumi KITB

17 November 2022, 17:28:13 WIB

JawaPos.com – Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, mulai bangun infrastruktur gas bumi menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ini merupakan eksekusi konkret PGN dalam menyediakan energi bersih bagi kawasan industri dan mendukung utilisasi Pipa Transmisi Cirebon-Semarang yang dibangun oleh pemerintah.

Jaringan pipa distribusi ke KIT Batang yang akan dibangun berdiameter 8 inch sepanjang 7,3 Kilometer (Km). Dengan tekanan 17 Barg, kapasitas alir dari pipa ini sebesar 25 MMSCFD.

KIT Batang yang terdiri dari 14 tenant, berpotensi menyerap gas bumi maksimal 24,8 MMSCFD. Saat jaringan pipa gas bumi berserta infrastruktur pendukung nantinya siap on stream pada 2023, gas bumi untuk KIT Batang akan bersumber dari PEPC Jambaran Tiung Biru (JTB).

PGN melaksanakan seremoni first welding atau pengelasan pertama infrastruktur distribusi gas bumi KIT Batang, kemarin Rabu (16/11) yang dilakukan oleh Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar. “Ini merupakan momentum yang sangat berarti bagi PGN dan stakeholders, dimana pengembangan infrastruktur gas bumi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat, daerah, BUMN dan swasta serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam bergandengan tangan, bergotong-royong dalam memulai proses penyaluran energi bersih ramah lingkungan dan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi Kawasan Industri Terpadu Batang,” ujarnya dalam keterangan Kamis (17/11).

Achmad melanjutkan, sejalan dengan progres pembangunan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang, terutama Ruas Semarang Batang, pembangunan pipa distribusi perlu dilakukan untuk dapat menyalurkan gas menuju KIT Batang. Artinya, pembangunan ini adalah wujud ikhtiar PGN sekaligus dukungan kepada pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur hilir untuk dapat segera menyerap pasokan gas dari berbagai sumber.

Menurut Achmad, konsep KIT Batang nanti terintegrasi dengan perumahan, layanan kesehatan, serta rantai suplai antarpabrik. Dengan demikian, PGN berpeluang mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk bisa melayani perumahan, usaha menengah, dan retail.

“PGN siap berkolaborasi dengan berbagai pihak demi keandalan infrastruktur maupun pasokan gas bumi di Jawa Tengah. Tidak hanya di Batang, masih banyak kawasan industri di Jawa Tengah yang potensial menggunakan gas bumi. Apalagi jika Jawa Tengah nanti telah dilalui oleh konektivitas Pipa Cisem dan Gresem, maka akan lebih sustain untuk menjangkau berbagai titik wilayah dan muaranya akan memberi dampak positif terhadap daya saing industri, serta pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” imbuh Achmad.

Dalam kesempatan sama, Asisten Deputi Energi Minyak & Gas Kementerian BUMN, Abdi Mustakim mengatakan, banyak negara sedang resesi dan terkena dampak pandemi. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi, didorong salah satu sumbernya adalah investasi.

KIT merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengutamakan gas bumi sebagai energi yang memasok kawasan industri yang masuk dalam PSN. Pipa Gresik-Semarang siap untuk mengalirkan gas bumi dari JTB ke KITB termasuk pipa Caem yang sedang pararel disiapkan oleh KESDM.

First Welding menjadi tonggak pembangunan infrastruktur gas ke kawasan. KITB diharapkan dapat mengabsorb tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Kepala Dinas ESDM Pemprov Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, KITB akan mendapatkan jatah gas bumi dari JTB. Menurutnya, first welding merupakan milestone penting untuk meningkatkan keyakinan tenant di KITB.

“Kebutuhan energi ramah lingkungan merupakan permintaan investor dan Jateng diharapkan dapat menjadi Hub Gas untuk menopang tumbuhnya pertumbuhan ekonomi berbasis industri,” imbuhnya.

Agung Kuswardono menambahkan, ESDM telah mengalokasikan kurang lebih Rp 1 triliun untuk pipa transmisi dan pipa distribusi PGN akan melengkapi sampai ke pelanggan hilir. “Menteri ESDM memberikan arahan untuk segera merencanakan integrasi infrastruktur dan pasokan untuk keandalan dan ketersediaan energi dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya mewakili Dirjen Migas Kementerian ESDM.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemkab Batang Wilopo, Kapolres Batang AKBP M. Irwan Susanto, serta Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan. Turut hadir pula Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma Ahmad Fauzie Nur, Direktur Strategi dan HCM PT PP Sinur Linda Gustina, beserta jajaran stakeholders lainnya.

Editor : Estu Suryowati

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads