alexametrics

MotoGP Digelar Tahun Depan, PTPP Kebut Pembangunan Jalan di Mandalika

16 Juli 2020, 13:00:32 WIB

JawaPos.com – Perusahaan konstruksi pelat merah PT PP (Persero) Tbk menggandeng PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam pembangunan jalan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan, proyek pembangunan jalan senilai Rp 900 miliar dimiliki langsung oleh ITDC.

Pembiayaannya menggunakan skema pre-financed project. Pembiayaan pembangunan proyek tersebut juga didukung oleh anggota Himbara yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN.

“PTPP akan mempercepat penyelesaian pembangunan jalan kawasan khusus KEK Mandalika yang nantinya akan digunakan untuk penyelenggaraan MotoGP Indonesia, di mana direncakaan akan berlangsung pada 2021 mendatang,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (16/7).

Pembangunan jalan kawasan khusus KEK Mandalika merupakan bagian dari Kawasan Sirkuit Mandalika yang dibangun di atas lahan seluas 52,5 hektare. Ruas jalan berada di dalam Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas The Mandalika yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat.

Ia menyebut, pembangunan jalan kawasan khusus KEK Mandalika dengan panjang lintasan 4,31 kilometer merupakan sirkuit jalan raya pertama di dunia yang dibangun dengan konsep pemandangan indah yang dikelilingi hamparan perbukitan dan pantai. “Hal tersebut merupakan kekayaan alami yang berada di kawasan pariwisata di selatan Pulau Lombok ini,” katanya.

“Selain itu, sirkuit ini juga akan menjadi sirkuit jalan raya pertama di dunia yang menyelenggarakan perhelatan MotoGP,” tuturnya.

Novel menuturkan, pihaknya akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan di sirkuit Mandalika yang sebelumnya telah mencapai progress 40 persen. Pihaknya optimistis dapat menyelesaikan pembangunan jalan tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada pertengahan Juni 2021.

“Kami yakin dapat menghasilkan pembangunan jalan dengan kualitas tinggi dan sesuai dengan standar internasional yang telah ditentukan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM),” imbuhnya.

Kontrak Baru

Sebagai informasi, PTPP telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 8,98 triliun sampai dengan akhir Juni 2020. Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 7,91 triliun dan Anak Perusahaan sebesar Rp 1,07 triliun.

Beberapa proyek yang diraih hingga dengan Juni 2020, antara lain RDMP JO sebesar Rp 1,80 triliun, Water Treatment Pekanbaru Rp 1,26 triliun, serta proyek Bogor Apartment Rp 1,17 triliun. Kemudian proyek Sport Center Banten Rp 794 miliar, SGAR Alumina Rp 660 miliar, RDMP Reguler Rp 576 miliar, Kendari-Toronipa Road Rp 412 miliar, dan sebagainya.

Sampai dengan Juni 2020, perolehan kontrak baru dari perusahaan BUMN mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 39 persen. Berikutnya yakni kontrak dari pemerintah (APBN) sebesar 27 persen, dan swasta sebesar 27 persen dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu gedung sebesar 33 persen, minyak dan gas sebesar 30 persen, irigasi 16 persen, pembangkit listrik 11 persen, jalan dan jembatan sebesar 6 persen dan lain-lain (dam dan industri) sebesar 4 persen.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads