alexametrics

Tanam Padi Bisa Dua Kali di Pacitan setelah Adanya Bendungan Tukul

15 Februari 2021, 16:18:08 WIB

JawaPos.com – Produksi sektor pertanian seperti padi di Kabupaten Pacitan berpotensi naik dua kali lipat. Itu terjadi setelah Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul kemarin (14/2).

Bendungan Tukul yang terletak di Sungai Telu, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Pacitan, merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Kapasitasnya mencapai 8,68 juta meter kubik. Pembangunan bendungan itu bertujuan menambah kapasitas tampungan air di wilayah sekitarnya sehingga suplai air irigasi akan tetap terjaga.

Bendungan Tukul dapat mengairi irigasi setempat seluas 600 hektare. ”Sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. Insya Allah, ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan,’’ papar presiden.

Bendungan Tukul juga menyediakan air baku 300 liter per detik. Lalu, dapat mengurangi potensi banjir hingga 44,86 meter kubik per detik. Manfaat lainnya adalah konservasi sumber daya air dan berpotensi menghasilkan listrik sebesar 0,26 megawatt. ’’Saya harapkan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,’’ ujar Jokowi.

Presiden menjelaskan, Bendungan Tukul mulai dibangun enam tahun lalu. Biaya pembangunan berasal dari dana APBN sebesar Rp 916 miliar. Selain di Pacitan, pemerintah pusat membangun beberapa bendungan di banyak wilayah.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, kehadiran Bendungan Tukul sangat penting bagi peningkatan sektor pertanian Jawa Timur. Berdasar angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Yakni, tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras. ’’Berdasar angka sementara BPS, produksi jagung di Jawa Timur juga tertinggi, yakni 6,6 juta ton. Kontribusi produksi jagung di Jawa Timur ini 21,8 persen dari kontribusi nasional,’’ kata Khofifah.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c7/fal




Close Ads