alexametrics

Tol Jogja–Bawen Mulai Konstruksi Agustus 2021

14 November 2020, 12:58:53 WIB

JawaPos.com – Dalam waktu tiga tahun ke depan, Kabupaten Semarang dan Jogjakarta akan tersambung jalan tol. Jalan itu, yakni tol Jogjakarta–Bawen, akan menjadi penyempurna dari segi tiga emas akses jalan tol di kawasan Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang).

Kemarin (13/11) dilakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) antara pemerintah dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jogja–Bawen (JJB) di kompleks Candi Borobudur. Proses penandatanganan disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menandatangani PPJT dengan konsorsium 5 BUMN yang akan membangun dan mengelola jalan tol tersebut. Yakni, PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), serta PT Brantas Abipraya.

Tol Jogjakarta–Bawen akan melengkapi akses jalan tol yang sudah ada sebelumnya, yakni jalan tol Semarang–Solo yang merupakan bagian dari jalan tol trans-Jawa serta jalan tol Jogjakarta–Solo yang akan menghubungkan Solo–Jogjakarta hingga ke Bandara YIA di Kabupaten Kulonprogo.

Baca juga:

Ketiga jalan tol akan saling tersambung membentuk segi tiga emas Joglosemar mengurung kawasan Gunung Merapi-Merbabu dengan pusat-pusat kegiatan strategis di sekitarnya. Selain itu, khususnya Jogjakarta–Bawen, akan menjadi akses utama pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur di Magelang.

BUJT pengelola akan diberi konsesi selama 40 tahun dengan nilai total investasi sebesar Rp 14,2 triliun dengan internal rate of return (IRR) sebesar 12,48 persen. ”Konstruksi akan dimulai Agustus setelah tanah bebas dan dioperasikan kuartal III tahun 2023,” jelas Danang.

Basuki berpesan agar konstruksi benar-benar dimulai pada Agustus 2021. ”Ga ada groundbreaking, yang penting nyambut gawe. Jadi, udah ga ada seremonial-seremonial kayak ini. Kalau mau mulai, mulai,” katanya.

Basuki berpesan bahwa pembangunan akses tunnel harus diutamakan jika melewati kawasan yang berbukit. Setidaknya ada tiga lokasi potensial yang harus dibangun terowongan. ”Ternyata, di antara Ambarawa dan Temanggung, ada potensi tunnel. Dan itu menjadi perintah saya. Karena saya tidak ingin (proyek ini, Red) merusak kawasan Banaran. Banaran itu (kampung, Red) kopi. Itu adalah kawasan yang sejuk. Di sana ada ratusan meter bukit.”

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/c17/fal



Close Ads