alexametrics

3 Ruas Tol Bakal Kembali Dilelang, Koneksi ke Jogja Jadi Prioritas

13 Desember 2019, 15:28:55 WIB

JawaPos.com – Pemerintah  berencana melelang tiga proyek tol baru di Indonesia. Kebijakan ini ditempuh guna mempercepat pengembangan infrastruktur jalan yang mendukung kelancaran distribusi dan mempercepat koneksi antara wilayah. Pihak swasta diharap bisa ikut ambil bagian dari pembangunan proyek tol yang akan dilelang tersebut.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto menyebutkan ketiga ruas tol bakal dilelang dalam waktu dekat adalah ruas tol Bawen – Yogyakarta – New Yogyakarta Internasional Airport, serta ruas Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap dan ruas tol Maminasata di Makassar.

“Dua ruas tol sudah masuk tahap pra kualifikasi, yakni tol Bawen – Yogyakarta – New Yogyakarta Internasional Airport, serta ruas Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap. Sementara untuk ruas Maminasata masih akan dilakukan market sounding,” ujar Dirjen Eko dalam seminar Investasi Infrastruktur Jalan Tol yang diselenggarakan oleh Forwapu di Jakarta, Jumat (13/12).

Eko mengatakan, untuk ruas Bawen – Yogyakarta – New Yogyakarta Internasional Airport sepanjang 14 km, diperkirakan akan menelan investas sekitar Rp 28,6 triliun. Kemudian untuk ruas Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap sepanjang 206,6 km dengan nilai perkiraan investasi sebesa Rp 57,6 triliun. Kemudian untuk ruas Maminasata di Makasar sepanjang 48,12 km, nilai investasi diperkirakan sebesar Rp 9,4 triliun.

“Pemerintah menyadari pembangunan infrastruktur ini harus didukung pelaku industri jalan tol sebab kita lelang tiga proyek salah satunya ruas Bawen – Jogja – Bandara Kulonprogo karena akses bandara masih rendah sehingga kurang diminati, maka ini udah ada rencana pembangunan tol,” tuturnya.

Terkait polemik soal rencana pembangunan jalan tol di Yogyakarta yang kabarnya ditentang oleh Gubernur sekaligus Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, mengungkapkan sudah ada lampu hijau dan diizinkan membangun tol. Namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh kontraktor, yaitu menjamin adanya nilai tambah bagi masyarakat lokal.

“Beliau  men-challange kita agar ada manfaat tol bagi masyarakat lokal,  tidak hanya menyediakan  layanan transportasi tapi juga pengembangan kawasan,” kata Danang.

Editor : Mohamad Nur Asikin


Close Ads