alexametrics

PUPR Bakal Bangun 148 Jembatan Gantung, Permudah Akses Antardesa

13 Februari 2020, 09:25:11 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun Jembatan Gantung sebanyak 148 unit pada 2020. Selain sebagai akses penghubung antardesa, jembatan gantung juga dapat menggerakkan potensi ekonomi pedesaan dalam hal objek wisata.

Jembatan gantung merupakan salah satu wujud kebijakan Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur daerah pedesaan. Terutama yang sulit dijangkau sehingga lebih terbuka.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jembatan gantung sangat dibutuhkan masyarakat karena kondisi geografi wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah, dan sungai. Secara fisik, kondisi tersebut kerap menjadi pemisah antara lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan.

“Hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan mempersingkat waktu perjalanan masyarakat pedesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, menyelesaikan urusan administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan, dan akses silaturahmi antarwarga,” ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/2).

Pada 2020, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga bakal membangun sebanyak 148 unit jembatan gantung yang tersebar di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 710 miliar. Sedangkan pada 2019 lalu, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 140 unit jembatan gantung di pelbagai pelosok tanah air dengan anggaran sebesar Rp 608,69 miliar.

Sementara itu, pada 2015-2018, Kementerian PUPR membantu pemerintah daerah membangun 300 unit jembatan gantung. Pada 2015 sebanyak 10 unit sepanjang 774 meter dengan anggaran sebesar Rp 210,57 miliar.

Lalu pada 2016 sebanyak 7 unit sepanjang 720 meter dengan anggaran sebesar Rp 19,3 miliar. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 13 jembatan sepanjang 814 meter dengan anggaran sebesar Rp 38,28 miliar. Dan pada 2018 sebanyak 130 jembatan sepanjang 9.290 meter selesai dibangun dengan anggaran sebesar Rp 530,43 miliar.

“Jembatan gantung dirancang secara matang, mulai dari pemilihan material hingga penerapan teknologi yang berkualitas. Penggunaan material jembatan gantung seperti baja, kabel, dan baut juga menggunakan produk dalam negeri,” imbuh Basuki Hadimuljono.

Pembangunan jembatan gantung merupakan usulan dari Pemerintah Daerah (Pemda Provinsi/Kabupaten/Kota) setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), TNI, dan DPRD yang diajukan kepada Kementerian PUPR dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, sosial, ekonomi, dan potensi wilayah. Selain itu juga kesesuaian lokasi, manfaat, dan urgensi pembangunan jembatan gantung.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads