Gapasdap Soroti Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

12 November 2022, 15:20:29 WIB

JawaPos.com – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyoroti kenaikan tarif penyeberangan sebesar 11 persen.

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menilai keputusan pemerintah dalam menaikan tarif penyeberangan tidak berdasar. Padahal sebelumnya operator angkutan penyeberangan dan stakeholder yang lain sudah mengajukan dasar nilai perhitungan yang disertai dengan analisisnya. “Angkanya tidak seperti itu,” ujar Khoiri Soetomo kepada wartawan, Sabtu (12/11).

Sebagaimana diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan surat keputusan menteri (KM) 184 tahun 2022 tentang kenaikan tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas antarprovinsi dan lintas antarnegara. Adapun perubahan tarif diklaim sudah mempertimbangkan biaya logistik dan transportasi.

Khoiri Soetomo menyebut, jika mengacu pada PM Nomor 66 tahun 2019, maka penentuan formulasi perhitungan tarif angkutan penyeberangan terdiri atas kepelabuhanan PT. ASDP, perwakilan konsumen YLKI, asuransi Jasa Raharja, dan Kemenko Maritim dan investasi.

“Saat itu perhitungan tarif masih kurang 35,4 persen dari HPP operasional kapal penyeberangan. Kekurangan tarif tersebut jauh sebelum adanya kenaikan BBM subsidi dari pemerintah sebesar 32 persen,” sebutnya.

Khoiri menilai kenaikan tarif angkutan penyeberangan 11 persen pada KM 184/2022 tidak berdasar pada PM 66/2019. “Kami Gapasdap siap dipertemukan dengan kemenhub, pengamat kebijakan publik, perwakilan masyarakat YLKI, dan Badan Kebijakan Transportasi Balitbang Kemenhub.

Dia menyebut bahwa pengaruh kenaikan tarif angkutan penyeberangan 35,4 persen berdampak pada kenaikan harga komoditas yang diperkirakan cuma 0,11 persen.

Sebagai contoh, truk pengangkut beras seberat 30 ton yang menyeberang di lintas Merak-Bakauheni tarifnya Rp 974.278. Bila naik sebesar 35,4 persen, biaya menyeberang tersebut menjadi Rp 1.319.172. Sehingga, besaran kenaikan komoditas Rp 344.894 untuk 30 ton beras. Sementara harga beras 30 ton yakni Rp 300 juta. Maka, harga beras jadi Rp 10 ribu per kg.

“Berarti dampak kenaikan terhadap harga komoditas yang diangkut truk tersebut hanya sebesar 0,11 persen saja atau sebesar Rp 11,4 per kg-nya,” terangnya.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads