Eksotisnya Mangrove Tahura Ngurah Rai, Dipercantik Sambut KTT G20

11 September 2022, 13:20:26 WIB

JawaPos.com – Sebagai tuan rumah pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, beberapa infrastruktur di Provinsi Bali sedang dan telah dilakukan peningkatan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Presidensi Indonesia pada KTT G20 sendiri akan dihelat pada November mendatang.

“Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 akan menjadi lebih cantik dan ramah lingkungan melalui kegiatan pembenahan infrastruktur kawasan yang didukung dengan penghijauan yang masif,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau berbagai kegiatan peningkatan infrastruktur di Provinsi Bali, Sabtu (10/9).

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Basuki meninjau langsung Penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai. Nantinya, kawasan tersebut akan digunakan sebagai showcase mangrove bagi para pimpinan dan delegasi negara yang hadir.

Mangrove Tahura Ngurah Rai dipercantik sambut KTT G20 November. (Dok. PUPR)

Secara umum, peningkatan infrastruktur pendukung KTT G20 di Bali sudah siap. “Tinggal pekerjaan menuju Kempinski, memasukkan kabel ke ducting. Semuanya sudah siap, tinggal lapor Presiden untuk peninjauan terakhir,” jelas Basuki.

“Bali sudah siap melaksanakan event KTT G20, Bali is ready to host,” tandasnya dalam keterangan PUPR, dikutip Minggu (11/9).

Pekerjaan penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai akan rampung dengan progres fisik saat ini mencapai 80 persen. “Penataan kawasan ini ditargetkan rampung pada akhir September 2022, dengan begitu pada November 2022 sudah bisa digunakan sebagai showcase mangrove,” ujar Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Bali Sunarjito.

Adapun Penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai meliputi pembangunan gerbang masuk, monumen G20, area plaza, beji, wantilan, jalur tracking mangrove, area persemaian, area penerima, menara pandang, viewing deck ke arah Teluk Benoa, dan area parkir di sekitar Waduk Muara.

Selain itu, dilakukan pula Pembangunan Embung Sanur yang memiliki fungsi sebagai daerah konservasi air dan pengendali banjir. Pembangunan dilaksanakan di atas lahan Taman Hutan Raya (Tahura) dengan luas embung 0,96 hektare (ha).

“Dengan kapasitas tampung sebesar 34.500 meter kubik, keberadaan embung ini dapat mereduksi banjir sekitar 9 persen,” ujar Kepala Satker O&P SDA BWS Bali-Penida I Komang Gede Putera Antara.

Pembangunan embung dilakukan PT Brantas Abipraya sesuai fungsinya. Embung Sanur juga tetap mempertahankan kearifan lokal melalui keberadaan patung Dewi Danu yang bagi masyarakat Bali maknanya berkaitan dengan kemakmuran.

Mangrove Tahura Ngurah Rai, Bali. (Dok. PUPR)

Selain itu, dilakukan pula pekerjaan Rehabilitasi Waduk Muara (Estuary Dam), Preservasi Jalan dan Jembatan Sp. Pesanggaran – Nusa Dua, Jimbaran – Uluwatu, dan Penataan Lanskap Bundaran, Pedestrian dan Median Ruas Jalan Bandara Ngurah Rai – Venue. Kemudian dilakukan peningkatan Jalan Sp. Siligita – Kempinski dan Showcase Mangrove, Penataan Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Revitalisasi Bangunan VVIP Bandara Ngurah Rai, serta Penataan Jalan Tol Bali-Mandara.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan PUPR Endra S. Atmawidjaja, Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi, serta para pejabat Tinggi Madya Kementerian PUPR.

Editor : Estu Suryowati

Saksikan video menarik berikut ini: