alexametrics

Pengamat Sebut Pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung Perlu Audit

10 November 2021, 16:20:05 WIB

JawaPos.com–Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) memerlukan audit keuangan. Hal tersebut guna meminimalisir pembengkakan biaya yang tengah terjadi.

”Proyek ini masalahnya hanya di keuangan. Yaitu menunggu penyertaan modal negara (PMN) dan perlu audit juga tentunya,” kata Djoko seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Rabu (10/11).

Djoko mengatakan, pembengkakan biaya pembangunan proyek infrastruktur kereta api merupakan hal yang biasa terjadi. Pandemi Covid-19 menjadi faktor utama terganggunya arus kas alias cash flow para perusahaan yang menjadi anggota konsorsium proyek tersebut.

Oleh sebab itu, Djoko menyarankan, agar para pemangku kepentingan untuk lebih teliti dalam kajian. Khususnya dalam hal keuangan.

”Dimulai dari SDM yang digunakan harus lebih efisien. Kalau dulu manajemennya baru semua, sekarang SDM oleh PT Kereta Api berarti penghematan di sisi SDM jadi bisa mengurangi pembengkakan,” ujar Djoko.

Seperti diketahui, proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun mencapai kurang lebih Rp 27,09 triliun. Meskipun demikian, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal menyuntikan dana sebesar Rp 4,3 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sebagai kebutuhan pemenuhan ekuitas dasar.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads