alexametrics

PTPP Optimistis Pelabuhan Patimban Bisa Soft Opening November 2020

10 Agustus 2020, 10:56:55 WIB

JawaPos.com – Perusahaan konstruksi dan investasi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) diberikan mandat dalam pembangunan dan pengembangan pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Perseroan optimistis dapat merampungkan proyek tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengatakan, per 3 Agustus 2020, progres pembangunan konstruksi terminal dan peti kemas telah mencapai 77,38 persen. Sementara itu, progres pembangunan jalan akses telah mencapai 93,56 persen.

“Sehingga pemerintah dapat segera melakukan soft opening atas beroperasinya sebagian dari aktivitas di Pelabuhan Patimban,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (10/8).

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menerima Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan rombongan yang menilik kemajuan pembangunan Pelabuhan Patimban. Novel memaparkan, pengerjaan pembangunan dan pengembangan proyek infrastruktur terdiri dari tiga paket.

Paket 1 adalah konstruksi terminal, di mana perseroan membentuk konsorsium bersama Penta-Rinkai-TOA-WIKA dengan total nilai kontrak sebesar Rp 6 triliun.

Paket 3 konstruksi jembatan penghubungan melalui Joint Operation bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan total nilai kontrak sebesar Rp 524 miilar. Paket 4 yaitu membangun akses jalan dengan membentuk Joint Venture (JV) bersama Shimizu–BCK dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,12 triliun.

“Proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat menjadi sebuah pelabuhan besar nantinya. Proyek pembangunan terminal yang mulai dikerjakan Oktober 2018 oleh Konsorsium Penta-Rinkai-TOA-PPWIKA diharapkan dapat dilakukan soft opening pada November tahun ini,” tuturnya.

Novel menyebut, saat ini pembangunan proyek Terminal Patimban telah mencapai 77,38 persen. Dermaga peti kemas seluas 420 meter x 34 meter tersebut memiliki kapasitas 250.000 TEUs dengan area reklamasi seluas 60 hektare.

Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh konsorsium tersebut mencakup antara lain Car Berth, Container Bert, Car Terminal, Temporary Admi Area & Temporary Car Terminal, Truck Waiting Area, Container Terminal, Roack Work – North Bund, Utiliy Building Work, Temporary Admi Building Work, dan akses area.

Selain pekerjaan proyek pembangunan terminal di paket 1, lanjutnya, perseroan bersama WIKA membangun jembatan penghubung sepanjang 1 kilometer dengan target penyelesaian pekerjaan di bulan Desember 2021. Pekerjaan pembangunan jembatan penghubung tersebut masuk dalam pekerjaan paket 3 yang mulai dikerjakan sejak April 2020.

“Pembangunan jembatan penghubung tersebut akan menjadi akses utama penghubung badan pelabuhan dengan jalan akses dan back up area,” ucapnya.

Di samping pengerjaan paket 1 dan 3, perseroan yang terbentuk dalam JV dengan dengan Shimizu-BCK juga ditunjuk oleh pemerintah untuk mengerjakan paket 4, yaitu jalan akses. Proyek pembangunan jalan akses yang telah dikerjakan sejak Oktober 2018 tersebut memiliki panjang 8,2 kilometer.

“Saat ini, progres pembangunan jalan akses tersebut telah mencapai 93,56 persen dan ditargetkan dapat diselesaikan pada bulan Desember tahun ini,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads