Pembebasan Lahan Tol KLBM Segmen Bunder-Manyar Gresik Masih Bermasalah

10 Januari 2023, 06:16:08 WIB

JawaPos.com- Pembebasan lahan untuk lanjutan proyek tol KLBM segmen Bunder-Manyar, Gresik, belakangan masih bermasalah. Bahkan, dinilai terkesan ada upaya pemaksaan. Sebab, disebut tanpa ada sosialisasi detil ke pemilik lahan terdampak. Namun, langsung dikonsinyasi melalui pengadilan.

Kejadian itu dialami H Saiful Arif. Sebagai salah seorang pemilik lahan terdampak tol KLBM, mantan bendahara PCNU itu menyebut pembebasan lahan itu tidak transparan. Bahkan, dia menengarai berbau oligarki.

‘’Tidak ada sosialisasi secara gamblang kebutuhan lahan untuk proyek tol itu.  Titik mana saja yang terdampak. Tiba-tiba, saya diminta hadir sidang konsinyasi di PN (Pengadilan Negeri) Gresik ini,’’ ujarnya saat mengikuti sidang konsinyasi di PN Gresik, Senin (9/1).

Di hadapan hakim tunggal PN Gresik M. Fatkur Rochman, dia menilai kerja tim pembebasan lahan yang mengaku dari Kementerian PUPR itu tidak profesional. ’’Walaupun ada aturan omnibuslaw atau apapun namanya, kami sebagai rakyat Indonesia punya hak sebagaimana diatur dalam UUD 1945. Kami punya hak untuk mendapatkan penjelasan, karena lahan itu milik kami,’’ tegasnya.

Sampai hari ini, dia mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan titik-titik mana yang dibutuhkan. Namun, tiba-tiba mendapat panggilan dari pengadilan untuk menyetujui kosinyasi. Dari surat panggilan mendadak itu, dia baru mengetahui kalau luas lahannya yang terdampak sekitar 300 meter persegi. Nilai ganti ruginya Rp 862 juta.

“Kami tidak mempermasalahkan nilai ganti ruginya. Bahkan, kalau perlu untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara, saya siap untuk mengasihkan. Tapi, caranya kan tidak seperti ini,’’ ungkapnya.

Kalau proyek tol itu mengatasnamakan Kementerian PUPR, tapi nyatanya exit tol KLBM di JIIPE Manyar itu persis di depan AKR. ’’Dan, semua pelaku bisnis di Indonesia tahu yang mulia, AKR itu siapa, Jangan sampai kehadiran KEK itu membuat masyarakat Gresik hanya dapat limbahnya,” ungkap santri almarhum KH Dimyati Rais, Kendal, Jawa Tengah, itu.

Dia menjelaskan, di area itu pihaknya memiliki lahan 15 hektare dengan nilai sekitar Rp 300 miliar-Rp 500 miliar. Nah, kalau kemudian lahannya nanti sampai tertutup atau tidak ada akses jalan dampak proyek tol itu, tentu teramat mengusik rasa keadilan. ’Rasa keadilannya di mana kalau begitu? Karena itu, semestinya ada sosialisasi dan transparansi. Jangan sampai ada permainan oleh kepentingan oligarki,” tandas Haji Ipung, panggilan akrabnya.

Dia tidak berharap dengan dalih aturan, lalu ada praktik-praktik kezaliman. ’’Menurut kami selaku pemilik lahan, ada proses yang zalim, apakah kemudian PN Gresik menerimanya? Tapi, apa yang bisa kami perbuat sebagai masyarakat biasa yang mulia?,” imbuhnya.

Seusai persidangan, Haji Ipung mengaku apatis dengan persidangan konsinyasi di PN Gresik tersebut. Semua tentu menginginkan, program-program yang bermanfaat untuk rakyat, mesti dilaksanakan dengan cara-cara terpuji. Tidak ada permainan-permainan titipan oligarki dengan berlindung di balik peraturan perundang-undangan. “Saya serahkan kepada Allah SWT saja,” tegasnya.

Sementara itu, Hakim Fatkur Rochman menyebut, proses konsinyasi tersebut sudah ada regulasinya. Kalau tidak setuju atau tidak bisa menerima, maka yang bersangkutan dapat melakukan upaya hukum. ’’Kami hanya menjalankan peraturan perundang-undangan. Proses konsyinyasi ini ada ketentuannya,” ungkapnya.

Wirahadi, perwakilan pejabat pembuat komitmen (PPK) tol KLBM, menyatakan bahwa proses pembebasan lahan sudah dilaksanakan. Mulai sosialisasi, penentuan lokasi (penlok) hingga appraisal harga. “Kami sudah memasang patok di lahan yang akan dibebaskan. Jadi, misalkan ingin tahu titik mana yang terkena tol, monggo bersama-sama melihat,” jelasnya.

Sebagaimana pernah diberitakan, tol KLBM yang sudah beroperasi adalah ruas atau segmen Krian-Bunder dengan panjang 29 kilometer. Untuk ruas Bunder-Manyar dengan exit di JIIPE memiliki panjang 9,333 kilometer. Dalam beberapa tahun ke depan, tol ini akan terhubung hingga ke Tuban, Semarang, dan tersambung dengan tol panjang trans Jawa.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads