alexametrics

Kunjungi Menko Luhut, AS Siapkan Investasi Infrastruktur di Indonesia

10 Januari 2020, 13:04:01 WIB

JawaPos.com – U.S International Development Finance Corporation (DFC) melakukan kunjungan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Pertemuan tersebut membahas peluang Amerika Serikat melakukan investasi di Indonesia.

Menteri Kemenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pihak DFC berencana melakukan investasi sekitar puluhan miliar dolar Amerika Serikat (USD). Akan tetapi angkanya masih belum disebutkan.

“Kita baru diskusi dengan Pak Adam CEO DFC yang punya fund (modal) kira-kira USD 60 miliar, tapi bisa lebih daripada USD 200 miliar, bahkan bisa triliunan dolar AS. Jadi, komitmen mereka ini untuk investasi multi billion dollar di Indonesia, multi billion ya, nanti (jumlah investasi),” jelasnya di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1).

CEO DFC Adam Boehler mengungkapkan, rencananya investasi akan dilakukan di beberapa sektor, meliputi pembangunan tol hingga pariwisata. Penggarapan proyek ini tidak menutup kemungkinan untuk bisa berkolaborasi bersama dengan negara lain, seperti Jepang dan Australia.

“Saya hadir di sini ingin menjual komitmen Amerika Serikat di Indonesia dan tadi kita membahas tentang infrastruktur, kesehatan dan pembangunan jalan serta energi dan anda akan melihat ke depannya,” terang dia.

Adam menyebutkan bahwa tujuan utama dari AS berinvestasi, salah satunya ingin meningkatkan perekonomian di Indonesia dengan pembangunan proyek di beberapa sektor tersebut.

“Ini menunjukkan pentingnya persahabatan kita antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan kita ingin memberikan dampak juga kepada masyarakat indonesia untuk bisa menaikkan pendapatan mereka,” tambahnya.

Sama seperti Luhut, ia pun tidak membicarakan angka terkait berapa jumlah investasi yang akan dikeluarkan. Namun, ia mengungkapkan dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya akan mempublikasikan total investasi yang dilakukan.

“Jadi ini (investasi) multi billion (puluhan milar) ya dan beberapa bulan ke depan saya akan balik lagi untuk menegaskan berapa tepatnya,” tutur dia.

Tak lupa juga, ia memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo terkait perampingan regulasi untuk berinvestasi yang dapat membangun Indonesia lebih baik lagi. Salah satunya adalah dengan dibentuknya Omnibus Law.

“Saya juga ingin mengapresiasi Presiden Jokowi atas perubahan-perubahan yang dilakukan dan itu saya lihat akan merubah lingkungan bisnis di Indonesia,” tutupnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking


Close Ads