alexametrics
Jembatan Gantung di Asmat, Papua

Langkah Pemerintah Tangani Pembangunan Infrastruktur di Daerah Terluar

9 Juli 2019, 10:03:34 WIB

JawaPos.com – Penyiapan infrastruktur tak terbatas hanya dikhususkan untuk yang kakap. Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) juga menangani penyediaan infrastruktur dasar yang membantu mobilitas masyarakat di wilayah terluar. Salah satunya, pembangunan jembatan gantung dan jalan lingkungan di Kampung Kaye Distrik Agats Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Pembangunan jalan dan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari sejumlah infrastruktur dasar yang dibangun Kementerian PUPR untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Asmat yang mengalami wabah campak dan gizi buruk pada awal 2018 lalu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya telah memiliki daftar kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten Asmat, baik jangka pendek maupun menengah.

“Perbaikan dimulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru,” kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (9/7).

Kepala Balai Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura‬ Osman Marbun menuturkan, tujuan utama dibangunnya jembatan gantung dan jalan lingkungan tersebut untuk memberikan kemudahan pergerakan antardesa serta membuka isolasi daerah yang terpisahkan sungai. Pembangunan jalan lingkungan menggunakan konstruksi jalan beton (pile slab) karena daerah Kabupaten Asmat merupakan daerah rawa.

“Untuk jalan dan jembatan sudah selesai pembangunan fisiknya. Sejak tahun 2018 Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan fisik untuk masyarakat, hal ini agar rentang waktu dan jangkauan antar kampung, distrik untuk dapat dilalui dengan menyingkat jarak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” terangnya.

Dikatakan Osman, masyarakat sudah dapat menggunakan fasilitas jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Keye menuju Ibu Kota Kabupaten Asmat, Agats. Pembangunan jembatan gantung dan jalan jembatan gantung sendiri menggunakan anggaran Kementerian PUPR dengan biaya Rp 89,1 milliar, yang telah dimulai sejak September 2018 dan selesai pada 30 Maret 2019.

Jembatan gantung tersebut dibangun sepanjang 72 meter dengan lebar 1,6 meter, sedangkan untuk jalan lingkungan yang dibangun sepanjang 2,9 km dengan lebar sebesar 4 meter. Pembangunannya dilakukan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dengan melibatkan pekerja lokal dari sejumlah kampung diantaranya Kaye, Syuru, dan Aswet.

Perkampungan di  Kaye Distrik Agats Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.  (Dok.Biro Komunikasi Kementerian PUPR)

“Jalan dan jembatan yang dibangun ini mengeliling beberapa jalur tempat pemukiman masyarakat di Ibu Kota Agats Kabupaten Asmat, seperti di Kampung Kaye, Kampung Suru dan juga jalur jalan ketempat fasilitas umum lainya seperti ke rumah sakit baru dan museum Asmat. Sehingga keberadaannya akan sangat membantu aktivitas masyarakat di Asmat, termasuk akan meningkatkan perekonomian daerah setempat,” ujarnya.

Osman menambahkan, pada 2019 hingga 2020, Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan beton sepanjang 16 km, serta pembangunan 4 buah jembatan gantung dengan panjang total 330 meter yang akan dibangun pada beberapa distrik di Kabupaten Asmat. Pembangunan jembatan gantung juga sangat dibutuhkan untuk mendorong warga agar menempati rumah khusus yang telah dibangun Kementerian PUPR di sejumlah kampung yang terpisahkan sungai.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2016, Kementerian PUPR telah membangun 114 unit rumah khusus dengan biaya Rp 19,9 miliar di Kampung Amanamkai dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit. Tahun 2018 kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit).

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads