alexametrics

Jalur Ganda KA Cirebon–Jombang Sepanjang 550 Kilometer Tersambung

8 Oktober 2020, 13:29:10 WIB

JawaPos.com–Jalur ganda kereta api lintas selatan Jawa mulai dari Cirebon–Purwokerto–Kroya–Yogya–Solo–Madiun–Jombang sepanjang 550 kilometer, telah tersambung. Dengan begitu diharapkan dapat mempercepat waktu perjalanan serta mendukung perekonomian daerah.

”Dengan selesainya Jalur Ganda KA lintas selatan Jawa akan menyambungkan 3 kota aglomerasi besar yaitu Jabodetabek–Joglosemar–Gerbangkertasusila,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat peluncuran Pengoperasian Parsial Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa di Stasiun Solo Balapan yang disiarkan melalui virtual, Kamis (8/10).

Proyek Jalur ganda KA lintas selatan Jawa tinggal menyisakan pekerjaan sekitar 65 kilometer lagi antara Jombang–Mojokerto–Wonokromo yang ditargetkan selesai dalam 1–2 tahun mendatang. Jalur itu memiliki panjang total sekitar 694 km yang terbentang mulai dari Cirebon–Prupuk (Purwokerto)–Kroya–Gembong (Kutoarjo)–Ygoyakarta–Solo–Kedung Banteng–Madiun–Jombang–Mojokerto–Wonokromo–Surabaya.

Menhub mengapresiasi pembangunan jalur KA lintas selatan Jawa yang dilakukan oleh anak bangsa, yang mampu membangun terowongan jalur ganda pertama di Indonesia. Ada tiga terowongan yang dibangun dalam proyek tersebut. Yakni terowongan Notog, terowongan Kebasen, dan Terowongan Ijo. Selain itu dibangun pula jembatan bentang panjang dan sistem persinyalan modern.
”Ini bukti nyata bahwa kita telah mampu menghasilkan karya besar yang patut dicatat dalam sejarah perkeretaapian di Tanah Air,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi seperti dilansir dari Antara.

Lebih lanjut Menhub menambahkan pembangunan jalur ganda KA lintas selatan itu memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya dari sisi ekonomi, mobilitas orang dan distribusi logistik, tapi juga dari sisi dukungan pada program pemerintah terkait pengembangan 5 Bali Baru, salah satunya adalah Borobudur.

”Dukungan konektivitas ke Borobudur dengan moda kereta api sangat penting. Untuk itu saya mendorong agar jalur kereta api ke arah Borobudur bisa selesai tepat waktu dan terintegrasi dengan jalur KA lintas selatan Jawa ini,” kata Budi Karya Sumadi.

Sejak beroperasi secara parsial, hasil dari pembangunan jalur ganda KA lintas selatan Jawa mulai terlihat dengan meningkatnya jumlah perjalanan kereta api antarkota dari 172 kereta per hari pada 2015, menjadi 291 kereta per hari pada 2019.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya mewujudkan konektivitas nasional yang andal, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah, salah satunya dengan melakukan pembangunan di sektor perkeretaapian, karena kereta api merupakan transportasi masal yang ramah lingkungan, memiliki kepastian jadwal, dan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi.

Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur perkeretaapian menjadi yang terbesar dalam dua tahun terakhir yaitu sekitar Rp 17 triliun  pada 2019 dan sekitar Rp 10 triliun pada tahun anggaran 2020.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads