alexametrics

Andalkan Bandara Supadio, Pariwisata Singkawang Sulit Berkembang

8 Oktober 2019, 22:27:13 WIB

JawaPos.com – Pariwisata Kota Singkawang sulit berkembang jika hanya mengandalkan Bandara Internasional Supadio sebagai pintu masuk wisatawan nusantara serta mancanegara. Padahal, sektor pariwisata adalah tumpuan Kota Singkawang dalam mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, waktu tempuh dari Bandara Supadio ke Singkawang bisa dibilang terlalu lama, yakni 3 jam. Kendala itu membuat wisatawan enggan berkunjung Singkawang.

“Itu (waktu tempuh 3 jam, Red) kurang bagus untuk Singkawang sebagai daerah tujuan pariwisata. Kata Kementerian Pariwisata, jarak tempuh paling lama 2,5 jam,” ungkap Chui Mie kepada JawaPos.com, Selasa (8/10).

Chui Mie berharap, pembangunan Bandara Singkawang segera terealisasi. Pembangunan bandara senilai Rp 4,3 triliun ini bakal akan didanai badan usaha melalui skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).

Keberadaan Bandara Singkawang diproyeksikan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sebanyak 1,38 juta orang pada 2024 mendatang. Saat ini jumlah wisatawan nusantara dan asing ke Singkawang berada di angka 791.524.

“Setelah beroperasi diproyeksikan naik menjadi 1,38 juta baik domestik maupun mancanegara, dan akan menaikan PAD secara signifikan,” tegas dia.

Seperti diketahui, proyek Bandara Singkawang mulai diperkenalkan kepada investor (market sounding). Bandara ini mampu menampung 1 juta penumpang per tahun dan kargo 1 juta ton.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, proyek Bandara Singkawang dari awal menggunakan skema KPBU. Berbeda dengan Bandara Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ini dari awal pakai KPBU. Tidak seperti Bandara Labuan Bajo di mana KPBU itu hanya melengkapi dari pembangunan yang sudah ada,” kata Budi.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Abdul Rozak



Close Ads