alexametrics

Dorong Ekonomi Digital, Genjot Investasi Infrastruktur TIK

8 Juni 2021, 22:19:02 WIB

JawaPos.com – Ekonomi digital berkembang di tengah pandemi covid-19. Perkembangan itu mendorong penambahan ketersediaan infrastruktur di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan bahwa selama pandemi covid-19 industri TIK tumbuh di atas dua digit. Pertumbuhan itu menjadi harapan ekonomi di tengah sektor lain terpukul.

“Sektor TIK bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Kemenkominfo menjadi leading sector dalam pembangunan infrastruktur digital. Kemenkeu menjalankan tugas dalam mendukung pembiayaan,” kata Luky dalam keterangannya, Selasa (8/6).

Dia menyebut, tahun ini alokasi anggaran pemerintah untuk sektor TIK meningkat hampir 2 kali lipat. Angkanya di APBN 2021 mencapai Rp 26 triliun. Jumlah itu naik Rp 12 triliun dibanding 2020.

“Pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sangat besar. Karena itu, selain dari APBN juga dibutuhkan keterlibatan investasi badan usaha untuk sektor TIK,” ujar Luky. Keterlibatan investasi badan usaha melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Luki menegaskan, KPBU di sektor TIK sudah teruji yakni lewat proyek broadband Palapa Ring 1 sampai 3, dan Satelit Multi Fungsi Satria. “Ini bukti bahwa skema KPBU bisa berjalan di sektor TIK,” jelasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonominan Wahyu Utomo menyebut, transaksi perdagangan online tercatat sebesar Rp 226 triliun. Saat ini jumlah konsumen di e-commerce mencapai 128 juta orang.

“Itu ekonomi yang besar. Tentu harus didukung dengan pembangunan infrastruktur. Kita punya Peraturan Presiden Nomor 109/2020 tentang Proyek Strategis Nasional. Salah satu yang dikembangkan adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Wahyu.

KPBU, kata dia, merupakan upaya pemerintah untuk mendorong kemampuan pemerintah tidak hanya fokus ke APBN. Skema KPBU mencoba menarik investor. “Membangun infrastruktur digital itu tidak sesulit membangun infrastruktur lain, seperti jalan dan pelabuhan yang harus menyediakan tanah,” ungkapnya.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII merupakan BUMN yang ditugaskan dalam hal KPBU.

Dirut PT PII M. Wahid Sutopo mengatakan, pihaknya merupakan Special Mission Vehicle (SMV) dari Kemenkeu untuk melaksanakan skema penjaminan pemerintah.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Komitmen Memperkuat Infrastruktur TIK di DPSP

Menurut dia, proyek infrastruktur merupakan proyek jangka panjang sehingga memerlukan penjaminan. Penjaminan pemerintah itu untuk memberikan kepastikan dan kepercayaan kepada investor bahwa pemerintah pasti menjalankan kewajibannya.

“PT PII telah memberikan penjaminan pemerintah untuk infrastruktur digital, yaitu proyek KPBU Palapa Ring 1-3,” kata Sutopo.

Selain itu ada proyek satelit multifungsi serta infrastruktur pendukung seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan jalan yang bertujuan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Semua itu dapat membantu peluang investasi ekonomi digital yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads