alexametrics

Bangun Bandara Singkawang Rp 4,3 Triliun, Pemerintah Pakai Skema KPBU

7 Oktober 2019, 12:10:14 WIB

JawaPos.com – Pemerintah menggelar market sounding pembangunan proyek Bandara Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Pembangunan bandara ini sepenuhnya memakai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Thomas Trikasih Lembong menegaskan ke depan proyek infrastruktur tidak akan lagi tergantung pada APBN. Tetapi melibatkan lebih banyak pendanaan pihak swasta.

“Kondisi ekonomi global ke depan akan semakin berat. APBN juga semakin ketat karena target pajak tidak tercapai, kurang lebih Rp 200 triliun,” jelas Lembong dalam acara Market Sounding Proyek Bandara Singkawang, di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

Keterlibatan swasta dalam proyek infrastruktur, sambung Lembong, salah satunya melalui KPBU. Sejumlah proyek infrastruktur didanai dengan skema KPBU, mulai jalan tol, pelabuhan, SPAM, dan bandara.

“Infrastruktur ke depan memerlukan akselerasi. Tetapi tidak lagi tergantung ke ABPN, digeser ke swasta, salah satunya proyek Bandara Singkawang ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, sejak awal pembangunan proyek Bandara Singkawang seluruhnya menggunakan skema KPBU. Hal ini berbeda dari Bandara Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ini dari awal pakai KPBU. Tidak seperti Bandara Labuan Bajo di mana KPBU itu hanya melengkapi dari pembangunan yang sudah ada,” kata Budi Karya.

Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, ditargetkan beroperasi secara komersial 2023 mendatang dengan periode konsesi selama 32 tahun. Nilai capital expenditure (capex) Bandara Singkawang mencapai Rp 1,7 triliun dan operational expenditure (opex) sebesar Rp 2,6 triliun.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Abdul Rozak



Close Ads