alexametrics

Bangun Infrastruktur Kelistrikan, PLN Terbitkan Global Bond Rp 21 T

6 November 2019, 07:32:32 WIB

JawaPos.com – PT PLN (Persero) menerbitkan global bond sebesar USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000). Hal itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Dana dari global tersebut merupakan dana pelengkap daripada dana internal dan dana penyertaan modal negara (PMN) yang tersedia di tahun 2019. Penerbitan surat utang tersebut pun diharapkan dapat mendukung pencapaian target pemerintah untuk meningkatkan rasio eletrikfikasi menjadi 100 persen di 2020 dan juga pembangunan kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Global Bond ini telah ditetapkan pada 30 Oktober lalu dalam 3 tranche (bagian) yaitu USD 500 juta dengan tenor (jangka waktu) 10 tahun 3 bulan, lalu USD 500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan. Kemudian, untuk € 500 juta (euro) dikenakan tenor 12 tahun, serta tingkat bunga (coupon) masing-masing 3,375 persen, 4,375 persen, dan 1,875 persen.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto berkata pemilihan tenor yang berjangka panjang ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menata likuiditas dan maturity profile. Hal ini juga untuk menyesuaikan dengan tipikal investasi di sektor perlistrikan yang berjangka panjang.

“Ditengah kondisi pasar yang kondusif, PLN tidak hanya berhasil mendapatkan pendanaan dengan tenor yang panjang sehingga meringankan beban likuiditas, namun juga berhasil memperluas basis investor di Pasar Eropa dengan Global Bond bermata uang Euro dengan tenor 12 tahun” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (05/11).

Ia juga menjelaskan, global bond ini berhasil memperoleh kupon dan beban pinjaman yang kompetitif serta terendah selama perjalanan bisnis PLN. Pencapaian ini juga akan memberikan kontribusi kepada usaha PLN untuk menjaga biaya pokok dalam penyediaan listrik.

Selain itu, penerbitan ini juga dapat memperbaiki portofolio pendanaan PLN dengan menambah pendanaan dengan tenor panjang sehingga dapat menurunkan risiko likuiditas. Pencapaian lainnya, PLN merupakan BUMN pertama Indonesia yang menggunakan mata uang Euro dengan tenor 12 tahun.

“Ini membuktikan bahwa dunia internasional percaya bahwa keuangan Indonesia dan PLN senantiasa dikelola dengan pruden, serta menunjukkan keyakinan dari masyarakat internasional atas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan PLN saat ini maupun sustainabilitas pertumbuhannya di masa mendatang,” tutur dia.

Proses settlement obligasi telah diselesaikan pada 5 November 2019 dan akan dicatatkan ke Singapore Stock Exchange (SGX).

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads