alexametrics

Pembangunan Tol Cisumdawu Masih Terkendala Pembebasan Tanah

6 Januari 2020, 22:23:21 WIB

JawaPos.com – Pembangunan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) tersendat. Pembebasan tanah lagi-lagi jadi kendala. Hingga saat ini, baru 70 persen lahan yang sudah berhasil dibebaskan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan menuturkan, sudah berdiskusi dengan seluruh kementerian/lembaga untuk menuntaskan urusan pembebasan lahan tersebut. Meski sudah 70 persen yang dibebaskan, namun untuk masing-masing seksi berbeda-beda besarannya.

“Bervariasi ini. (Detailnya, Red) Nggak hafal,” ujarnya ditemui usai rapat koordinasi percepatan pembangunan tol Cisumdawu di Kantor Kemenko Marves, kemarin (6/1).

Hal ini kemudian berimbas pada proses konstruksi. Luhut menyebut, konstruksi saat ini akhirnya dikerjakan terpotong-potong. “Ada yang sebagian bisa dioperasikan,” tuturnya.

Yang jelas, tol ini nantinya bisa memudahkan masyarakat menuju Bandara Kertajati yang berada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Waktu tempuh dari Bandung bisa dipangkas hingga kurang dari 60 menit.

Namun untuk sementara, seksi yang sudah ada akan disinergikan dengan jalan nasional di sekitar lokasi yang kini sedang dalam perbaikan. Dengan begitu, waktu tempuh dari Bandung menuju Bandara Kertajati bisa dicapai dalam waktu sejam, lebih cepat dari waktu tempuh saat ini sekitar 90 menit.

“Kalau semua jalan sudah, jaraknya bisa 61 Kilometer, jarak tempuh 60 menit,” katanya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan tol Cisumdawu ditargetkan rampung akhir tahun ini. Tapi, sebelumnya akan dibuka sebagian pada September 2020.

“Kami harapkan seksi I, II, dan III selesai. Sedangkan sambil nunggu yang IV, V, dan VI kami menggunakan jalan kabupaten, provinsi atau negara yang menghubungkan itu,” paparnya.

Budi menambahkan, pihaknya pun sudah mulai melakukan inventarisasi masalah dama pembangunan Cisumdawu. Diakuinya, proyek tol ini khususnya seksi IV hingga VI lebih banyak terkendala lahan.

Hal ini turut diamini oleh Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo. Soal lahan, ia menambahkan menyebut ada masalah pada tanah wakaf di sekitar proyek tol. “Seksi IV, V, dan VI akan kita tuntaskan bersama-sama. Ada tanah wakaf yang penggantiannya susah. Makanya kita mau sinergi,” tandasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Zalzilatul


Close Ads