alexametrics

Realisasi Anggaran Belanja Infrastruktur PUPR Capai 68 Persen

5 November 2020, 06:52:11 WIB

JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat realisasi anggaran belanja infrastruktur hingga 1 November mencapai 68 persen. Kementerian PUPR terus melanjutkan program kerja melalui belanja infrastruktur PUPR, seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, rumah MBR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, semua itu dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi sektor riil untuk tetap bertahan dan tumbuh pada masa pandemi Covid-19.

”Pada masa pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya investasi. Demikian juga ekspor. Sehingga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, pemerintah mengandalkan belanja APBN untuk pembangunan infrastruktur,” kata Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari Antara di Jakarta.

Menurut dia, hingga 1 November, dari total pagu anggaran pada 2020 sebesar Rp 87,76 triliun, telah terealisasi penyerapan anggaran program sebesar Rp 59,47 triliun atau 68 persen. Total anggaran tersebut terdiri atas program reguler sebesar Rp 75,44 triliun dan program pembangunan infrastruktur dengan skema padat karya tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran Rp 12,32 triliun. Program tersebut di antaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.
”Khusus untuk program PKT dengan target penerima manfaat sebesar 638.990 orang. Hingga awal November, realisasi PKT telah mencapai Rp 10,80 triliun atau 87,7 persen dengan jumlah tenaga kerja yang telah terserap sebanyak 630.990 orang atau sekitar 98,7 persen,” ujar Basuki Hadimuljono.

Di samping itu, dialokasikan anggaran Rp 1,36 triliun untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berupa perluasan program padat karya berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 km dengan anggaran Rp 1 triliun.

Kemudian untuk pembelian produk rakyat berupa material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 ton sebesar Rp 200 miliar, modular RISHA (rumah instan sederhana sehat) sebanyak 5.495 unit senilai Rp 125,6 miliar, Modular Ruspin (rumah unggul sistem panel instan) 272 unit senilai Rp 5 miliar, kemudian pembelian produk rakyat seperti big gun sprinkler, tandon air, dan biodegester.

Selain itu, untuk mendukung peningkatan konektivitas, dialokasikan anggaran untuk pembelian karet petani sebanyak 11.338 ton senilai Rp 120 miliar dan pembelian resin ester 790,42 ton sebesar Rp 25 miliar.

”Hingga saat ini, total realisasi penyerapan untuk pembelian produk rakyat adalah 57,7 persen senilai Rp 281 miliar dari total pagu Rp 487,8 miliar,” tutur Basuki Hadimuljono.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads