alexametrics

Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah Palembang Mulai Dikerjakan

5 November 2020, 21:05:10 WIB

JawaPos.com – Perusahaan konstruksi dan investasi PT PP (Persero) Tbk mulai melaksanakan pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Palembang. Perseroan bersama kontraktor asal Australia, yaitu McConnell Dowell membentuk konsorsium menjadi Kontraktor Pelaksana dalam pembangunan proyek ini.

Direktur Operasi 2 Perseroan M. Toha Fauzi mengatakan, sarana IPAL akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 5,8 hektare yang berlokasi di Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Perseroan, antara lain pekerjaan penggalian, pemancangan, pembetonan, penimbunan dan pemadatan, caisson (area WWPS), dan sebagainya.

“Pembangunan proyek IPAL ini ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada awal tahun 2022 dengan total kapasitas air lebih dari 20.000 debit per hari,” ujarnya, dalam keterangannya, Kamis (5/11).

Toha menjelaskan, pembangunan IPAL ini turut dibiayai dari dana hibah Pemerintah Australia sebesar USD 45 Juta, sedangkan untuk distribusi utama akan dibiayai oleh APBN serta sambungan rumah akan dibiayai oleh Pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan.

“Pembangunan proyek tersebut bertujuan untuk mendukung akses air bersih dan sanitasi rumah tangga di Kota Palembang dan bermanfaat bagi lebih dari 100.000 jiwa atau setara 5 persen jumlah penduduk Kota Palembang,” tuturnya.

Ia menyebut, pembangunan IPAL ini merupakan solusi dalam menangani sanitasi limbah rumah tangga dan secara bertahap dapat memperbaiki kondisi lingkungan di Kota Palembang. Selain dengan air bersih dan sanitasi aman diharapkan pula dapat meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Palembang.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air, Irigasi, dan Limbah Dinas PUPR Kota Palembang Ir. RA Marlina Sylvia untuk mewujudkan pada kondisi sungai yang indah dan bersih, tidak akan pernah tercapai kalau proyek pembangunan IPAL ini tidak berjalan. Meskipun restorasi sungai sudah mulai dijalankan, kata Marlina, tetapi bila kondisi air sungai berbau, sungai tersebut tidak akan pernah menjadi indah.

Menurutnya, penyebab sungai menjadi tidak indah adalah karena semua limbah masuk ke aliran sungai. Limbah-limbah tadi, kata Marlina, berasal dari hasil pembuangan rumah tangga, septic tank, bahkan restoran. “Restoran itu coba, kalau kalian cek. Rata-rata buangnya ke saluran. Jarang yang punya pengolahan sendiri,” ujarnya.

Marlina melihat, limbah-limbah tadi kemudian menjadi beku dan mengeras, sehingga menutup saluran pembuangan. Bilapun limbah tadi mengalir ke sungai, ujar Marlina, hal itu membuat air sungai menjadi keruh dan kotor. “Kalau lihat dari foto udara, itu kelihatan. Artinya kenapa? Itu limbah semuanya masuk ke situ,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads