alexametrics

AP II Pangkas Belanja Modal, dari Rp 7,8 Triliun jadi Rp 1,4 Triliun

5 Mei 2020, 13:44:01 WIB

JawaPos.com – PT Angkasa Pura II (Persero)/AP II menetapkan belanja modal (capital expenditure/capex) terbaru pada tahun ini sebesar Rp 1,4 triliun yang berasal dari kas internal perseroan. Alokasi anggaran capex tersebut sejalan dengan arah dan strategi perseroan yang kini fokus menjaga stabilitas dan kinerja usaha perseroan di tengah pandemi global Covid-19.

Adapun sebelumnya, pada awal tahun ini ketika arah dan strategi perseroan adalah pertumbuhan, capex yang disiapkan masih sekitar Rp 7,8 triliun. President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, capex tahun ini dialokasikan untuk sejumlah proyek pengembangan bandara yang bersifat multiyears.

Selain itu, untuk pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, pemenuhan terhadap peraturan, serta melanjutkan perumusan desain Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Awaluddin menambahkan, sejumlah proyek pengembangan multiyears tetap berjalan pada tahun ini.

“Misalnya pembangunan area komersial, perkantoran, dan hotel yakni integrated building di Bandara Soekarno-Hatta. Perancangan desain Terminal 4 Soekarno-Hatta juga dilanjutkan dan ditargetkan tuntas 2021 sehingga groundbreaking dapat dilakukan pada Januari 2022,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (5/5).

Di luar capex yang disiapkan dari kas internal, pada tahun ini AP II juga mengejar pengembangan bandara yang dilakukan melalui kemitraan strategis. “Di situasi dan kondisi ini, kami juga mengejar pengembangan bandara bersama dengan mitra strategis, sehingga dapat berbagi capex dan memungkinkan rencana pengembangan tetap berjalan,” imbuh Awaluddin.

Salah satu contoh pengembangan bandara bersama mitra strategis adalah di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Saat ini, AP II masih melakukan pembahasan intensif dengan sejumlah calon mitra strategis.

“Melalui project financing bersama dengan mitra strategis ini maka AP II dan mitra strategis akan berbagi beban dan risiko dengan tujuan utama tetap menjaga daya saing sektor transportasi nasional,” jelas Awaluddin.

Tahun ini, pengembangan bisnis anorganik perusahaan juga masih terus dilanjutkan antara lain untuk pengembangan portofolio perusahaan, akuisisi bandara baru, dan tetap konsisten untuk masuk ke adjacent business.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads