alexametrics

Menko Airlangga: Manufaktur Tersendat Gara-gara Faktor Global

4 November 2019, 13:00:04 WIB

JawaPos.com – Kinerja manufaktur pada kuartal III tahun ini melambat. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada kuartal III tahun ini hanya mencapai 4,35 persen (yoy). Laju pertumbuhan produksi IBS tersebut lebih rendah daripada performa kuartal III 2018 yang tercatat 5,04 persen (yoy).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, perlambatan kinerja manufaktur itu dipengaruhi faktor global. “Tentu, secara global, memang terjadi dan itu world wide (secara global, Red),” katanya akhir pekan lalu.

Ditambah, beberapa negara juga mulai memberlakukan proteksionisme dagang. Salah satunya, Vietnam yang memberlakukan aturan impor mobil completely built-up (CBU).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, untuk menaggulangi perlambatan itu, pihaknya tetap berfokus pada upaya penerapan revolusi industri keempat yang disusun dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 sejak tahun lalu.

“Indonesia punya pasar yang besar. Ini menjadi potensi untuk memacu produktivitas industri kita. Pemanfaatan teknologi industri 4.0 akan mendorong itu secara lebih efisien,” jelasnya.

Sementara itu, produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim pada kuartal III 2019 masih tumbuh positif. Secara year-on-year (yoy), pertumbuhan industri kecil mencapai 6,67 persen. Industri pengolahan tembakau tumbuh paling pesat. Yakni, 115,6 persen (yoy). Diikuti industri percetakan dan reproduksi media rekaman yang tumbuh 34,11 persen (yoy) serta industrit makanan yang tumbuh 30,76 persen (yoy).

“Di luar itu, ada industri manufaktur mikro dan kecil yang terkontraksi lebih dari 10 persen,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono pekan lalu.

GROWTH INDUSTRI MANUFAKTUR KUARTAL III 2019

Industri besar dan sedang (yoy) 4,35 persen

Pakaian jadi 15,29 persen

Percetakan dan reproduksi media rekaman 19,59 persen

Barang logam, bukan mesin, dan peralatan 22,95 persen

Industri mikro dan kecil (yoy) 6,19 persen

Komputer, barang elektronik, dan optic 24,36 persen

Percetakan dan reproduksi media rekaman 16,23 persen

Peralatan listrik 32,88 persen

Sumber: BPS

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/rin/c5/oki)



Close Ads