alexametrics

Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 37 M Bangun Kembali Jembatan Rantau Bayur

4 Oktober 2020, 22:02:48 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan Rp 37 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Rantau Bayur di Kabupaten Banyuasin yang sempat mangkrak.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, melalui alokasi dana itu diharapkan pembangunan jembatan di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur itu dapat tuntas pada akhir 2021. ”Jembatan ini sudah mangkrak sejak 2007. Semoga saja dengan alokasi dana ini dapat menuntaskan pembangunan sehingga dapat menjadi jalan alternatif penghubung Kabupaten Banyuasin dan Muara Enim,” kata Herman Deru seperti dilansir dari Antara di Palembang, Minggu (4/10).

Dia mengatakan, pemprov menaruh perhatian terhadap Jembatan Rantau Bayur karena diperkirakan bakal menjadi bagian penting untuk terbentuknya kawasan segitiga emas bagi Kabupaten Banyuasin. ”Ini tidak hanya akan menghubungkan antara Kabupaten Banyuasin dan Muara Enim tapi juga terhubung ke Kota Prabumulih. Tentu kawasan ini akan jadi segitiga emas bagi Banyuasin,” ujar Herman Deru.

Selain itu, dia menilai, jembatan tersebut juga berdampak pada murahnya biaya operasional masyarakat dalam pendistribusian bahan pangan. Apalagi, sebagian besar penduduk Banyuasin mengantungkan hidup dari bertani. Hanya saja, ia berpesan, jika jembatan tersebut sudah beroperasi, hendaknya lahan pertanian di sisi jalan di kawasan tersebut tidak dialihfungsikan.

”Hingga kini Sumsel sangat mengandalkan Kabupaten Banyuasin sebagai daerah sentra produksi beras di daerah. Sejauh ini sektor pertanian sangat menjanjikan untuk kesejahteraan rakyat, harga jual produksi petani masih bisa menguntungkan,” kata Herman Deru.

Bupati Banyuasin Askolani Jasi menambahkan, pembangunan jembatan tersebut terhenti karena minimnya dana APBD Kabupaten Banyuasin. ”Kami berterima kasih kepada Gubernur Sumsel yang telah membantu sehingga bersedia mengalokasikan dana bersumber dari APBD,” kata Askolani.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads