alexametrics

Program Kota Tanpa Kumuh Kementerian PUPR Serap 12.046 Tenaga Kerja

3 September 2020, 09:44:59 WIB

JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR mencatat Padat Karya Tunai Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) telah menyerap 12.046 tenaga kerja hingga 31 Agustus.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kotaku merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan. Khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Mulai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya.

”Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT Program Kotaku juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa. Pola pelaksanaan PKT juga memperhatikan protokol jaga jarak untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Basuki seperti dlansir dari Antara Kamis (3/9).

Pada Tahun Anggaran 2020 Program Kotaku dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 429,5 miliar yang akan menyerap 12.979 tenaga kerja. Hingga 31 Agustus, penyerapan program Kotaku mencapai Rp 305 miliar atau 71 persen dengan realisasi penerima manfaat sebanyak 12.046 orang atau 92,8 persen.

Menurut menteri, PKT Program Kotaku dilaksanakan melalui perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh perkotaan, penyediaan air bersih, dan akses sanitasi layak. Salah satunya dilaksanakan di kota/kabupaten penyangga Ibu Kota DKI Jakarta di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Banten.

”Program Kotaku juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur skala lingkungan reguler berupa perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, dan pembangunan septic tank biofil komunal, juga rehabilitasi,” ujar Basuki.

Di Provinsi Jabar, lanjut dia, Program Kotaku menyasar 12 kelurahan di Kota Bogor, lima kelurahan di Kabupaten Bogor, satu kelurahan di Kota Depok, dan lima kelurahan di Kota Bekasi. Untuk wilayah Banten meliputi 3 kelurahan di Kota Serang, 2 kelurahan di Kota Cilegon, dan 3 kelurahan di Kota Tangerang Selatan.

”Total pelaksanaan Kotaku di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek), dan Banten sebanyak 31 kelurahan dengan anggaran Rp 31 miliar. Diharapkan melalui pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik sosial dan ekonomi serta berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran akibat Covid-19,” papar Basuki.

Dia menambahkan, potensi tenaga kerja terserap Program Kotaku di wilayah Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten pada 2020 sebanyak 1.054 orang dengan target upah tenaga kerja sebesar Rp 7,75 miliar. Selama periode 2015–2019, Program Kotaku di wilayah Bodebek dan Banten berhasil mengurangi kawasan kumuh perkotaan seluas 1.526,85 hektare dari total luas target 2.349,31 hektare.

”Sisa kawasan kumuh yang belum tertangani 822,46 hektare akan terus ditangani Kementerian PUPR untuk mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, nol persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak,” ucap Basuki.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads