alexametrics

Pengoperasian Tol Japek Layang Diyakini Perkuat Properti Timur Jakarta

1 Oktober 2019, 19:28:37 WIB

JawaPos.com – Langkah jitu dilakukan enam pengembang kakap di timur Jakarta dalam mengembangkan kawasan hunian yang dikembangkannya. Kerja sama dilakukan dengan membentuk Komite Koridor Timur Jakarta ini bertujuan mengukuhkan kawasan hunian yang dikembangkannya sebagai destinasi investasi yang menguntungkan.

“Awalnya pembentukan komite ini untuk tukar pikiran terkait permasalahan kawasan koridor timur Jakarta yang punya image kemacetan dan kawasan industri,” ujar Sutedja S Darmono, Direktur PT Jababeka Tbk di Jakarta, Selasa (1/10).

Selain PT Jababeka Tbk, lima pengembang yang ikut dalam komite ini adalah Lippo Group, PT Summarecon Agung Tbk, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Vasanta dan PT PP Properti Tbk.

Menurut Sutedja, image ini sebenarnya tidak tepat. Sebab, kemacetan yang terjadi lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. “Kita optimistis ke depannya, kemacetan tersebut akan tuntas seiring selesainya pembangunan tol layang itu,” imbuhnya.

“Pada awal 2020 mendatang, diprediksi koridor timur akan semakin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini. Bahkan, diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen,” imbuh Sutedja.

Selama ini, Koridor Timur Jakarta yang meliputi Bekasi, Cikarang, dan Karawang memberi sumbangan besar bagi perekonomian Indonesia yang memberi kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 14,8 triliun pada 2018, tumbuh 5,17 persen dibanding tahun 2017.

Setidaknya lebih dari 60 persen aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh Koridor Timur Jakarta yang 70 persen nya berpusat di Bekasi-Cikarang.

Kini, kawasan Koridor Timur Jakarta dengan luas mencapai 10.000 hektare ini tumbuh menjadi aset properti unggulan yang didalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan. Pengembangan pesat dan lengkapnya fasilitas yang menjamin kenyamanan hidup memberikan dampak pada permintaan dan kebutuhan hunian.

Berbagai pengembang properti di Timur Jakarta turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar tersebut, di antaranya: Summarecon Bekasi seluas 240 hektare, Pollux Properti Indonesia seluas 45 hektare, PP Properti seluas 28 hektare, Vasanta Innopark seluas 100 hektare, Lippo Cikarang seluas 3400 hektare dan Jababeka seluas 5600 hektare.

Terkait dengan rencana pengembangan kawasan timur Jakarta, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan dari kacamata industri properti, awalnya memang agak tertinggal dibanding wilayah barat Jakarta. Namun, saat ini pembangunan infrastruktur sudah sangat masif di wilayah koridor Timur Jakarta.

“Untuk lebih mengembangkan Kawasan koridor Timur Jakarta ini, harus di branding karena sangat banyak kelebihan yang dapat diexpose. Dari segi geografis, Timur Jakarta merupakan pintu gerbang yang menghubungkan kawasan Jakarta ke berbagai kota besar yang ada di Pulau Jawa,” ujarnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads