JawaPos.com - Penulis novel J.S. Khairen datang ke Sumatera untuk terlibat secara langsung dalam membantu warga yang menjadi korban banjir di sana. Dia pun melihat mayat perempuan tersangkut.
Banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera merupakan keprihatinan mendalam diduga terjadi akibat keserakahan manusia dengan menebang hutan sesuka hati untuk kepentingan jangka pendek.
J.S. Khairen dalam unggahannya di Instagram Story tidak mengeluh atau protes mencari siapa yang salah di balik tragedi kemanusiaan yang merenggut banyak nyawa manusia dalam banjir di Sumatera.
Dia justru mengungkapkan wacana untuk membeli saja bukit-bukit di Padang supaya tidak lagi ditebang dengan sesuka hati untuk kepentingan bisnis dan malah mengorbankan banyak orang yang tinggal di sekitarnya.
"Jangka menengah-panjang, kita beli saja bukit-bukit di Padang ini yuk? Di belakang rumah kau juga. Kita rawat," kata J.S. Khairen menirukan usulan dari salah seorang warga, Boy Candra.
J.S. Khairen setuju dengan ide itu. Hanya saja, dia sadar dan realistis tidak mungkin bisa melakukan hal itu mengingat tidak punya banyak uang jika hanya dengan mengandalkan penghasilannya dari menulis buku.
J.S. Khairen memperlihatkan bukti rencana bukit-bukit itu mau dibeli, meski tidak tahu pasti dari mana uangnya. "Ini dia bukti yang mau dibeli Boy Candra lewat celetukannya. Belum tahu caranya gimana. Besok-besok lah kita pelajari. Kami pandainya cuma menulis novel," katanya.