← Beranda

Memahami Konsep Berkarya Baskara Putra Usai Hindia Disebut Mempromosikan Satanisme

Abdul RahmanRabu, 16 Juli 2025 | 05.43 WIB
Penyanyi Baskara Putra dengan nama panggung Hindia beri tanggapan terkait konsernya yang disebut mengandung unsur satanic.

JawaPos.com - Baskara Putra 'Hindia' disebut-sebut sebagai penyembah setan atau mempromosikan satanisme dalam karya dan aksi panggungnya. Apalagi dalam konsernya, ada tanda-tanda yang seolah menguatkan asumsi tersebut seperti simbol mata satu dan lain-lain.

Baskara Putra tegas membantah Hindia dianggap mempromosikan satanisme dalam konser. Menurut dia, apa yang terlihat dalam konser Hindia merupakan konsep yang memiliki storyline. Dia pun sadar bakal mendatangkan kontroversi, namun dia mengaku tidak punya ekspektasi orang-orang akan mengaitkannya dengan satanisme.

Baskara Putra lantas mengungkapkan konsep atau caranya di dalam berkarya di dunia musik. Jika banyak pencipta lagu memasukkan lirik-lirik positif karena lagu seperti doa, tidak demikian bagi Baskara Putra.

Bagi pria berusia 31 tahun itu, saat berkarya, dia berusaha menumpahkan semua apa adanya dan sejujur mungkin. Tidak peduli meskipun dimaknai sebagai hal negatif bagi orang-orang. Baskara Putra menganggap karyanya semacam diary yang mendokumentasikan apa yang dialami dan dia rasakan.

"Misalnya album ini mendokumentasikan kehidupan aku yang ini," tutur Baskara Putra.

Terkait lagu Matahari Tenggelam yang liriknya sempat menuai kontroversi, Baskara menegaskan bahwa lirik lagu itu menggambarkan apa yang dirasakannya secara personal.

"Dengan adanya patung kemarin, dekorasi di konser dengan aksi panggung dan segala macam,  orang-orang melakukan cocoklogi, dikaitkan ke satanic, penyembah setan. Padahal, lagu Matahari Tenggelam itu pengalaman gua dihajar orang-orang di internet," akunya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan