← Beranda

Intip Hak Istimewa Jika Tergabung di Geng TAI, Kelompok Pembully di SMA Binus Serpong yang Menyeret Nama Anak Vincent Rompies

Alfa KamilaRabu, 21 Februari 2024 | 23.02 WIB
Geng TAI SMA Binus Serpong yang diduga sering lakukan kekerasan. (@bospurwa)

 

 
JawaPos.Com - Kasus bullying atau perundungan oleh sekelompok siswa di SMA Binus Serpong, yang dikabrkan menyeret anak dari artis Vincent Rompies sampai saat ini masih jadi sorotan.

Diketahui, kasus bullying yang menyeret nama anak dari presenter kondang Vincent Rompies berinisial L bermula dari bocornya informasi yang dibagikan akun X @bospurwa.

Menurut akun X @bospurwa, aksi kekerasan terhadap siswa tersebut dilakukan oleh sekelompok siswa yang tergabung dalam Geng TAI (GT) di SMA Binus Serpong, Tangerang Selatan.

Video perundungan atau kekerasan yang dilakukan Geng TAI, kini telah viral beredar luas di berbagai platform media sosial.

Lebih dari itu, salah satu korban dari aksi Geng TAI ini juga mengalami sejumlah luka hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Mengenal lebih jauh tentang geng TAI

Usut punya usut, geng TAI tak ubahnya seperti geng-geng anak sekolah pada umumnya.

Sedikit bedanya, geng ini berisi anak-anak dari orang-orang berpunya di sekolah berkelas tinggi seperti SMA Binus Serpong.

Sehingga seperti wajar saja, siapapun yang tergabung dalam geng tersebut akan mendapatkan privilege atau keistimewaan tertentu selama di sekolah.

Dilansir dari Radar Kudus (Jawa Pos Group), Rabu (21/2), Geng TAI bukan kelompok baru di SMA Binus Serpong.

Aktivitas anak-anak ber-privilege ini sudah berjalan bahkan hingga sembilan generasi berturut-turut.

Geng TAI berjalan di bawah kendali senior kelas 12, yang dalam hal ini bernama Agit. Lebih dari sebagai pimpinan, Agit juga berkewenangan untuk merekrut anggota geng baru.

Baca Juga: Mengenal Geng T, Kelompok Pem-bully di SMA Binus Serpong Termasuk Anak Vincent Rompies

Siapapun yang masuk di lingkaran Geng TAI, disebut-sebut akan memiliki sejumlah keistimewaan, seperti diberi uang, jatah ruang parkir kendaraan di dekat Binus, dan terpenting, adalah status hierarki yang lebih tinggi dibandingkan siswa lainnya.

Mereka akan berkumpul untuk nongrong di tempat yang ditengarai bak markas, yakni di Warung Ibu Gaul (WIG). Lokasinya tepat di belakang sekolah.

Di WIG, mereka berkumpul dan melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, seperti merokok, vaping, kekerasan, termasuk melakukan rekruitmen anggota baru.

Dalam proses rekruitmen anggota Geng TAI, calon anggota akan diminta melakukan perintah senior dengan dalih syarat bergabung, seperti meneriakan nama seseorang, membelikan makanan untuk senior, mendapat aksi kekerasan hingga pelecehan.

Selain melakukan kegiatan yang tak wajar sebagai siswa pada umumnya, Geng TAI juga kerap mengganggu siswa-siswa lain yang bukan anggota geng mereka.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti