← Beranda

Bikin Nangis! Cerita Bang Onim Saat Di Gaza, Berjalan di Antara Jasad Warga Sipil yang Ditembak dan Dibom Israel

Rofia Ismania SartiRabu, 22 November 2023 | 23.40 WIB
Bang Onim saat wawancara di podcast Deddy Corbuzier (Youtube Deddy Corbuzier)

JawaPos.com - Cerita Bang Onim di Gaza membuat warganet nangis.

Sebab ia menyaksikan saat pasukan militer menyerang Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu hingga memakan korban jiwa.

Sambil menceritakan situasi Gaza waktu itu di podcast Youtube Deddy Corbuzier, mata Bang Onim pun berkaca-kaca.

Sebab pria yang memiliki nama asli Abdillah Onim menyaksikan langsung kekejaman militer Israel menjajah warga sipil serta anak-anak dan perempuan.

Saat serangan pertama berlangsung, pada 7 Oktober, ia dan keluarga masih beraktifitas walaupun suara bom terdengar di wilayah kanan dan kiri.

Namun setelah satu pekan hingga hari ke 22, Ia dan keluarga tak bisa berkutik.

Sebab serangan makin brutal, suara bom pun sempat terdengar di parkiran Bang Onim.

"Bom jatuh 50 meter dari kediaman Bang Onim. Bom Fosfor jatuh di parkiran kediaman Bang Onim. Pada saat evakuasi hari ke 23, kendaraan warga sipil depan rumah saya sudah hangus,"ujarnya.

Hari ke 23, Bang Onim, Istri dan tiga anaknya berusaha untuk keluar.

Selang 10 menit hujan bom pun terjadi, tepat berada di depannya, hanya berjarak 10 hingga 20 meter dari dirinya.

Ia dan keluarga memutuskan untuk kembali ke rumahnya di Kota Gaza, 200 meter dari RS Al Shifa.

Suasana makin mencekam di hari ke 26. Bang Onim dan Istri hanya memiliki dua pilihan pada waktu itu, lolos perbatasan Rafah atau meninggal dunia.

Sebab menurutnya, untuk menuju perbatasan Rafah harus melewati zona penembakan.

"Harus melewati zona pembantaian ini dong, otomatis harus meninggal. 99 persen pasti meninggal ini sesuai dengan logika manusia. Di zona pembantaian ngelewatin itu sudah harus ditembak. Dan itu hari sebelumnya sudah banyak yang dibantai disitu, mayat masih ada disitu,"ujarnya.

"Itu adanya di perairan jalan raya di Gaza Barat dan itu kita ngelewatin pinggir jalan,"imbuhnya.

Pria tiga anak itu juga menceritakan bahwa saat evakuasi, berlangsung sangat dramatis.

Ada warga sipil dan keluarganya ikut di belakang rombongan Bang Onim. Namun kendaraan mereka dibom oleh militer Israel.

Hal serupa dialami oleh 10 rombongan kendaraan yang berada di depan Bang Onim, hangus oleh serangan Israel.

"Akhirnya menuju jalan aspal di gaza barat, sudah mulai bom..bom..bom, targetnya di belakang Bang Onim yang ikut itu, 8-10 warga sipil. Mereka bawa anak-anak mereka di dalam kendaraan hangus,"cerita pria asal Maluku itu.

Bang Onim pun masih tak percaya jika dirinya selamat melewati zona itu. Selama 30 menit ia lewati begitu saja bersama dengan istri, anak-anaknya.

"Dan pada saat di jalan itu Alhamdulillah yang selamat... Gak percaya. Itu tembakan kata supir saya. Kita ditembak. Tiarap. merangkul anak-anak saya bilang ke istri tolong rangkul anak-anak di mobil. Kalaupun kita meninggal saling berpelukan. Kita jalan itu zigzag. Zigzag itu bukan menghindari tembakan, tapi menghindari jenazah. Saya bilang ke supir tancap gas,"jelasnya.

Bang Onim dan keluarga pun telah berhasil dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Mereka tiba pada Senin (6/11) sore dengan menggunakan penerbangan Emirates dari Kairo, Mesir.

EDITOR: Hanny Suwindari