← Beranda

Mengenang 15 Tahun Meninggalnya Dono Warkop DKI

Fadhil Al BirraJumat, 30 Desember 2016 | 21.17 WIB
Dono dalam salah satu adegan Film Warkop DKI

JawaPos.com - Hari ini, 30 Desember 2016 tepat 15 tahun meninggalnya legenda komedi Indonesia, Dono "Warkop DKI". Pemilik nama Drs. H. Wahyu Sardono itu wafat usai berjuang melawan penyakit kanker paru-paru.



Pada momen ini, JawaPos.com mencoba merangkum perjalanan karier sang legenda.



Dono lahir di Solo, Jawa Tengah pada 30 September 1951 silam. Dia dikenal sebagai aktor dan pelawak Indonesia yang sukses membintangi puluhan judul film komedi pada era 1970, 1980, dan 1990-an.



Dia memulai bidang pendidikan di SD-SMP Negeri 1 Kebon Dalem, selanjutnya SMA Negeri 3 Surakarta. Pada bangku kuliah, dia berhasil masuk Fakultas Ilmu Sosial & Politik, Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia. 



Saat kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta, Dono juga bekerja di bagian redaksi surat kabar, antara lain di Tribun dan Salemba, terutama sebagai karikaturis. Kedua media cetak itu berhenti terbit pada tahun 1974.



Kemudian Dono bergabung dengan kelompok lawak Warung Kopi Prambors yang didirikan setahun sebelumnya. Dono bersama Kasino, Indro, dan Nanu mengisi acara Warung Kopi Prambors yang bergaya obrolan warung kopi di radio swasta Prambors. Dari sana lah kariernya sebagai pelawak bermula, sekitar tahun 1978.



Ketika masih menjadi mahasiswa, Dono juga merupakan anggota Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) bersama Kasino dan Nanu. Oleh sebab itu, film-film Warkop DKI turut memperlihatkan aktivitas mereka sebagai pecinta alam.



Untuk kehidupan keluarga, Dono mempunyai istri bernama Titi Kusumawardhani. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai anak yakni, Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas.



Hingga saat ini sosok Dono masih melekat di ingatan penggemar. Gayanya yang khas membuat film Warkop DKI tetap enak untuk ditonton. (ded/JPG)

EDITOR: Fadhil Al Birra