← Beranda

Hampir Jadi Korban Tsunami Tanjung Lesung, Begini Perasaan Didi Riyadi

Novianti SetuningsihSabtu, 29 Desember 2018 | 15.50 WIB
Didi Riyadi ungkap Element awalnya yang manggung di acara gathering PLN di pantai Tanjung Lesung. Tetapi, panitia ternyata mengganti dengan band lain, yang belakangan diketahui adalah Seventeen.

JawaPos.com - Duka mendalam masih menyelimuti warga pesisir pantai Anyer dan sekitarnya. Tsunami yang menerjang sepanjang pesisir Selat Sunda, termasuk pantai Tanjung Lesung pada tanggal 22 Desember 2018 malam itu memakan ratusan korban. Termasuk, tiga personel band Seventeen.


Drummer Element, Didi Riady mengaku sempat kaget saat mendengar musibah tersebut. Pasalnya, Element seharusnya manggung di Tanjung Lesung pada tanggal yang sama, tetapi batal mendadak. Tepatnya, Element awalanya band yang mengisi acara gatering PLN. Namun, panitia menggantikannya dengan Seventeen.


"Awalnya jadwal turun, kita memang ada main di sana, di acara gathering. Cuma begitu jadwal di update kok tanggal itu nggak ada. Anak-anak tanya, kata manajemen udah diganti band lain. Padahal, saat itu, kita udah deal," ujar Didi saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (28/12).


Didi mengaku perasaannya semakin campur aduk ketika akhirnya membaca perkembangan berita mengenai musibah yang menimpa band Seventeen. Di satu sisi, dia merasa bersyukur karena tak mengalami musibah tersebut. Tetapi, di sisi lain, dia prihatin pada band Seventeen.


"Rasanya campur aduk. Banyak temen-temen yang udah lama nggak kontak tiba-tiba WA (Whatsapp). Kayanya beritanya besar dan banyak orang tau. Banyak yang bilang, 'wah bro alhamdulilah ya Tuhan masih sayang'. Banyak yang bilang juga, 'untung bukan Element, Untung band Didi nggak jadi main'. Buat gue bersyukur dan prihatin," pungkas Didi.


Diketahui, tsunami yang menerjang sepanjang pesisir Selat Sunda pada 22 Desember 2018, menewaskan 3 personel ban Seventeen. Herman (gitaris), Bani (bassist), dan Andi (drummer) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

EDITOR: Novianti Setuningsih