← Beranda

Teori Konspirasi Kematian Avril Lavigne

Dwi ShintiaSelasa, 16 Mei 2017 | 21.22 WIB
BEDA: Avril Lavigne pada 2002 (kiri) dengan tampilannya pada 2016.


JawaPos.com – Penyanyi Avril Lavigne dalam pusaran teori konspirasi lagi. Isunya sama. Penyanyi asal Kanada itu dikabarkan sudah meninggal dunia dan yang muncul di hadapan publik selama ini adalah penirunya yang bernama Melissa Vandella. Berita hoax itu muncul seiring perayaan single pertama Lavigne, Complicated yang sudah berusia 15 tahun.



Menyebar mulai bulan ini, seorang pengguna Twitter yang mengaku masih SMA dan berusia 17 tahun melayangkan klaim kalau Lavigne mati lewat postingan yang sudah di retweet dan di-like sebih dari 250 ribu kali. Dalam postingan itu disebutkan kalau Lavigne bunuh diri pada akhir 2002 setelah kematian kekeknya.



Teori itu mengatakan, karena kematiannya terjadi di puncak karirnya, maka perusahaan rekaman Lavigne menyewa perempuan yang mirip dirinya. Yaitu Melissa Vandella. Melissa ini lah yang kemudian muncul di publik dan media sebagai Lavigne.



Tetapi ini bukan kali pertama Lavigne dikabarkan meninggal dunia. Sebelumnya, dia pernah disebut-sebut tewas saat main seluncur salju. Para penyebar kabar hoax itu pun melengkapi data-data untuk menggambarkan perbedaan antara Lavigne asli dengan yang palsu. Mulai kondisi kulit, rahang, ujung mata, bentuk tulisan, gaya berpakaian, sampai barang yang diendorse Lavigne di akun Instagramnya. (bbc/theguardian/tia)




EDITOR: Dwi Shintia