← Beranda

Zara JKT48 Bela Iqbal yang Dibully karena Perankan Dilan

AdministratorSabtu, 16 Desember 2017 | 21.39 WIB
Adhisty Zara berperan sebagai Disa, adik Dilan.

JawaPos.com – Kemampuan berperan Iqbaal Ramadhan di film Dilan 1990 yang akan tayang 25 Januari 2018 disorot. Sebab, dia dinilai kurang pas memerankan Sang Panglima Tempur dari novel populer karya Pidi Baiq itu. Namun, tidak bagi Adhisty Zara yang berperan sebagai Disa, adiknya Dilan.


 


Dia yakin betul Iqbaal yang eks anggota Cowboy Junior itu cocok memerankan Dilan. Sebab, Zara sudah melalui proses syuting bersama Iqbaal. Sebagai penggemar novel Dilan, Zara melihat Iqbaal masih memiliki kekuatan untuk menjadi sosok cowok bandel tapi romantis itu.


 


’’Meski nggak nyangka karena ekspektasi aku, Dilan itu macho. Tapi di film itu Iqbaal berusaha keras untuk jadi dirinya yang lain,’’ ujar Zara di Teater JKT48, Kamis (14/12).


 


Iqbaal yang bukan kali ini bermain film juga disebutnya sudah menunjukkan kapasitas yang baik. Pengalaman itu, diyakini Zara bisa membuat sosok Dilan tetap asyik diperankan oleh Iqbaal. Bahkan, Iqbaal saat press conference juga sudah menyebut berusaha menjadi orang lain yang tidak mudah.


 


Ucapan member 14 tahun asal Bandung itu memang terkesan subyektif. Apalagi, sejak kecil Zara mengaku sebagai penggemar berat Iqbaal. Dia bahkan mengakui kalau sejak kecil, suka menulis diary yang isinya ingin bertemu dengan Iqbaal.


 


Tetapi, dia menegaskan film itu bagus. Bahkan, penonton harus menontonnya hingga akhir. ’’Kalau aku sih, setelah melihat proses syuting, pasti bagus dan (Iqbaal) masuk untuk menjadi Dilan,’’ imbuh Zara.


 


Zara memang dikenal sebagai member yang suka banget dengan Dilan. Pernah saat sesi emcee pertunjukan di Teater JKT48, Zara bilang ingin membuat film dari novel Dilan. Saat itu, dia ingin mendapatkan peran sebagai adiknya Dilan, atau Milea.


 


Ketika ada casting film itu, ternyata dia berhasil mendapatkan peran sebagai Disa, adiknya Dilan. Lantas, yang menjadi Dilan adalah idolanya. Di film itu, porsi Zara memang tidak banyak. Namun, cukup untuk membuatnya ingin mencoba bermain film. Dia berharap, film Dilan 1990 bisa menjadi batu loncatan.


 


’’Film ini buat aku bisa menjadi perjalanan menuju sesuatu yang besar. Siapa tahu bisa jadi batu loncatan,’’ tuturnya.


 


Namun Zara mengakui, ada karakteristik berbeda antara menyanyi dan menari yang biasa dilakukan bersama JKT48 dengan seni peran. Menurutnya, akting lebih susah karena lingkungan sekitarnya lebih tenang dan harus paham betul ekspresinya. ’’Tidak segampang menari,’’ tutupnya.

EDITOR: Administrator