JawaPos.com - Sejak dulu, kiprah Elvi Sukaesih telah tersohor sebagai ratu dangdut. Namun belakangan ini, nama Elvi kembali mencuat setelah akibat perilaku ketiga anaknya yang tertangkap di rumah karena narkoba.
Seperti diketahui, ketiga anaknya yakni Dhawiya Zaida, Syechan, dan Ali Zaenal Abidin diciduk polisi karena kedapatan mengonsumsi barang haram narkoba.
Nasi sudah menjadi bubur, siapakah yang patut disalahkan? Bagaimana peran Elvi Sukaesih dalam mendidik dan menjadi ibu?
Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie menilai seorang ibu berperan untuk mendidik, mengarahkan, dan menanamkan akar moral dan ketahanan mental yang kuat. Namun, seiring berjalannya waktu ketika anak-anak tumbuh dewasa, tentu seorang ibu tak bisa lagi mengawasi ekstraketat perilaku anak-anaknya.
"Saya juga seorang ibu dan bisa merasakan akhinya begini toh ada satu yang ABG. Saya lihat teman-temannya pergaulannya, akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa orang tua hanya bisa membimbing mengarahkan dan menanamkan akar kuat sebaik mungkin, meskipun tiap orang tua punya patokan yang berbeda," tegas Liza kepada JawaPos.com, Senin (19/2).
Liza menganalogikan mendidik anak sama dengan pohon beringin. Ketika ada badai atau angin kencang menerpa, beringin tetap kokoh berdiri meski hanya rontok saja daunnya. Sehingga tugas ibu adalah menanamkan akar yang kuar semoga saja pola asuh itu tertanam pada pribadi dan karakter anak kelak mereka dewasa.
"Mungkin Elvi Sukaesih sudah mendidik dengan benar dan tanam akar kuat. Tapi balik lagi selain ditentukan pola asuh, anak punya karakter yang cukup tegar enggak hadapi godaan di luar sana," tegas Liza.
Seiring anak makin dewasa, lanjutnya, mau tak mau ibu tak bisa selalu kontrol melarang mereka. Oleh karena itu, kasus yang menimpa Dhawiya beserta saudaranya tak bisa sepenuhnya disalahkan pada Elvi Sukaesih selaku seorang ibu.
"Kita tak bisa sepenuhnya salahkan Elvi Sukaesih saat begini. Apalagi usia anak-anaknya sudah dewasa. Ketika anaknya sendirian di kamar enggak bisa seorang ibu setiap detik gerebek apa yang dilakukan anaknya. Apalagi tak tidur satu kamar lagi kan," papar Liza.
Sehingga kesimpulannya, pada akhir cerita orang tua tak bisa melulu disalahkan peran dan tanggung jawabnya. Ketika anak sudah dewasa, mereka sudah memiliki tanggung jawab moral secara pribadi.