Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 23.27 WIB

Film Terbarunya Dapat Kritikan Pedas dari Netizen meski Tembus 1,8 Juta Penonton, Joko Anwar: Kalau Nggak Cocok Ya Nggak Apa-apa

Film terbaru Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri. (Instagram @jokoanwar) - Image

Film terbaru Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri. (Instagram @jokoanwar)

JawaPos.com - Film terbaru Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri, yang rilis di bioskop sejak 17 April lalu, per hari ini Minggu (11/5) telah mencapai 1.807.092 penonton.

Joko Anwar selalu sutradara yang akrab disapa Jokan ini mengabarkan hal ini lewat Instagramnya, @jokoanwar.

Kritikan Pedas Netizen di Media Sosial X terhadap Film Terbaru Joko Anwar

Sayangnya, meski mendapatkan hampir dua juta penonton, banyak orang yang memberikan kritikan pedas pada film terbaru Joko Anwar ini.

Salah satunya ialah Hary Susanto yang punya akun centang biru di media sosial X denga nama akun @hafilova, ia memberikan ulasan panjang lebar mengenai kekecewaannya terhadap film ini.

"Maaf sebelumnya, Bang Joko Anwar, saya benci sama Pengepungan di Bukit Duri. Menurut saya ini adalah salah satu karya terburuk dari seorang Joko Anwar. Jujur saja, ia sebenarnya punya semua potensi untuk jadi sebuah thriller survival yg solid. Sayangnya dengan background tentang kondisi sosial dan politik yang sensitif dan provokatif itu, ia tidak pernah benar-benar dimaksimalkan, semuanya hanya berakhir menjadi pajangan cerita saja."

"Bang Joko sepertinya memilih untuk bermain aman dengan mengebiri Pengepungan di Bukit Duri untuk hanya menjadikannya sekedar sajian school invasion seru-seruan dengan muatan kekerasan tanpa pijakan naskah, korelasi dgn tema dan motif utama dari karakter-karakternya yang lemah," papar Hary Susanto lewat akun X miliknya, pada Kamis (8/5).

Netizen lainnya yang mengkritik film terbaru Joko Anwar ialah Alexandra Joseph. Melalui akun media sosial X @Lexi_neesan, wanita yang akrab disapa Lexy ini mengatakan bahwa film Pengepungan di Bukit Duri jelek.

"Sebagai keturunan setengah Tionghoa dan setengah pribumi, juga seseorang yang tinggal di kota selama 1998, saya hanya ingin mengatakan: PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI JELEK. Berani beraninya buat film, angkat tema sensitif tentang kekerasan rasial terhadap etnis Tionghoa di Indonesia TANPA tujuan, tanpa pesan moral,” tulis Lexy pada Rabu (7/5).

Masih di Platform X, netizen lainnya bernama Nadine melalui akun @lordkenganx pada Senin (5/5) juga mengungkapkan kekesalannya setelah menonton film tersebut tidak menyenangkan untuk dilihat. Nadine sendiri lebih fokus kepada penulisan naskah dari film Pengepungan di Bukit Duri .

"Gue kesel banget nonton "Pengepungan di Bukit Duri", bener-bener buang-buang waktu dan duit gue doang anjing. Itu film MALES BANGET WRITINGNYAAAAAAAA (emoticon nangis). Tiba-tiba selalu riot tanpa dijelasin KENAPA, tiba-tiba pada rasis ke Chinese GATAU JUGA INI KENAPAA?! Assuming reference-nya peristiwa 98, tapi bener-bener out of nowhere cekcok rakyat doang gitu loh. Gak ada tuh di-mention keterlibatan pemerintah atau faktor sosial ekonominya?!" ungkap Nadine dengan kesal.

"Penulisan karakternya juga males mampusss. Jago banget lagi berantemnya… BELAJAR DARI MANA COBA GUE TANYA?! Si Jefri juga kagak jelas banget anjrit, ni anak evil abis tuh KENAPAAAA?! Si Jefri nih cuma jadi karakter jahat marah-marah doang tanpa personality anjir. Plot twistnya jelek banget lagi ya allah semales itu kah?! (emoticon nangis)," pungkas Nadine.

Tanggapan Joko Anwar

Menanggapi banyaknya kritik pedas terhadap film Pengepungan di Bukit Duri, Joko Anwar pun merilis pernyataan resmi melalui akun media sosialnya Instagram @jokoanwar pada Sabtu (10/5).

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore