Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 18.45 WIB

Soimah Ungkap Rahasia Kesuksesannya Saat Pengajian Haul bersama Gus Iqdam di Yogyakarta

Gus Iqdam di acara pengajian Haul Leluhur Soimah Pancawati di Pendopo Tulungo Bantul, Yogyakarta./ - Image

Gus Iqdam di acara pengajian Haul Leluhur Soimah Pancawati di Pendopo Tulungo Bantul, Yogyakarta./

JawaPos.com - Mubaligh muda asal Blitar, Muhammad Iqdam Kholid, atau kerap disapa Gus Iqdam, diundang untuk mengisi acara pengajian Haul Leluhur artis Soimah Pancawati di Pendopo Tulungo, Bantul, Yogyakarta, pada Jumat malam (24/11/2023).

Seperti yang terlihat dari unggahan kanal YouTube Sulaiman Audio Sound System (SA Music), para jamaah memenuhi area Pendopo Tulungo, demi menyaksikan penceramah kesayangan mereka, Gus Iqdam berdakwah untuk yang pertama kalinya di kota Yogyakarta.

Gus Iqdam tersohor akan gaya ceramahnya yang unik, kocak, dan kerap melontarkan istilah-istilah lucu seperti 'ST Nyell' (Semua jamaah Majelis Taklim Sabilul Taubah binaannya) dan 'Dekengane Pusat' (Dukungan Allah) ini mampu merangkul semua lapisan masyarakat, artis, pejabat, bahkan menyentuh kalangan orang-orang jalanan yang dekat dengan dunia kriminal.

Tak terlepas sinden sekaligus presenter Soimah. Di hadapan Gus Iqdam, Soimah mengaku bahwa dirinya merasa ‘malu’ jika berhadapan dengan sosok ‘Kyai’.

Mendengar ucapan artis yang mahir menyanyikan tembang Jawa itu, Gus Iqdam balik bertanya disambut gelak tawa jemaah, “Kok dengaren (kok tumben)?”

Dengan tersipu, Soimah menjelaskan bahwa jika di luar kamera, ia bisa serius. Tetapi jika sedang berakting, dia bisa berubah menjadi ‘tidak tahu malu’, demi tuntutan skenario.

“Nek mboten ngeten, ora entuk dhuwit (Kalau tidak begitu (tidak tahu malu), tidak bisa dapat uang),” seloroh Soimah.

Meski demikian, Soimah tetap merasa bangga, karena meskipun dirinya dikenal sebagai artis yang doyan ngebanyol, tetapi ia terlahir dalam keluarga besar yang religius dan taat agama.

Soimah menyebutkan, banyak di antara keponakan-keponakannya yang khatam Al-Qur’an, dan ada pula kerabat yang memiliki pondok pesantren di Pati.

Awalnya, Soimah bermaksud mengadakan Haul leluhurnya di Pati, kota kelahirannya, akan tetapi baru bisa terlaksana di Bantul.

Sehari sebelum Haul diselenggarakan, Soimah menangis ketika menyaksikan orang-orang bekerja bakti mempersiapkan acara. Ia tidak percaya sekaligus bersyukur, dirinya bisa mewujudkan hajatnya tersebut, meski bukan di kota kelahirannya.

Artis yang kerap didaulat menjadi juri di berbagai ajang pencarian bakat itu mengaku dirinya menjadi cengeng dan mudah menangis jika membicarakan tentang orang tua dan anak. Ia mengaku semua kesuksesan yang dicapainya adalah berkat doa orang tua.

“Semua doa orang tua itu kok nyata dan qabul,” terang Soimah diikuti ucapan hamdalah dari Gus Iqdam.

Soimah adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Lima anak pertama, diberi nama oleh pegawai Modin, yang semua berawalan ‘So’. Sementara anak ke-6 dan ke-7, tidak berawalan ‘So’, sebab sang pegawai Modin sudah meninggal dunia.

“Solihati, Solikin, Sofiyah, Sobiyatun, trus kulo Soimah. Dadi, limo niku So-So-So, sing njenengi Mbah Modin riyin. Mbah Modin seda, sing nomer nem kalih pitu, Nur Lailatin kalih Sinta Fitriani,” kata Soimah sembari memperkenalkan satu persatu saudara-saudaranya tersebut kepada jamaah yang hadir.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore