JawaPos Radar | Iklan Jitu

Universitas Dongshin Bela 7 Selebriti yang Gelarnya Dibatalkan

14 Januari 2019, 18:45:59 WIB
Universitas Dongshin Bela 7 Selebriti yang Gelarnya Dibatalkan
7 selebriti Korea yang menerima perlakuan khusus di kampus (Soompi)
Share this

JawaPos.com - Universitas Dongshin, selaku almamater tujuh selebriti Korea yang dibatalkan gelar pendidikannya memberikan tanggapan tentang keputusan Kementerian Pendidikan Korea terhadap alumninya itu.

Ketujuh orang selebriti Korea yang dibatalkan gelar pendidikannya di universitas oleh Kementerian Pendidikan Korea adalah Doo Joon, Gikwang, dan Junhyung Highlight, Hyunseung (mantan member BEAST), Eunkwang dan Sungjae BTOB, serta penyanyi folk. Chu Ga Yeol.

Dalam keterangan tertulisnya, Universitas Dongshin mengatakan bahwa pihaknya memberikan nilai dan gelar sesuai dengan regulasi sekolah dan departemen. Namun pihaknya menerima bahwa terdapat celah untuk bagian dari peraturan tersebut.

Universitas Dongshin Bela 7 Selebriti yang Gelarnya Dibatalkan
Logo Universitas Dongshin (Soompi)

"Kami akan meninjau dengan cermat langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melindungi lulusan yang menerima nilai dan gelar berdasarkan peraturan di atas agar mereka tidak dirugikan sebanyak mungkin," ujar Universitas Dongshin dalam keterangan resminya seperti dilansir dari Soompi, Senin (14/1).

Pihak universitas juga memastikan bahwa mereka akan membuat tindakan atas keputusan ini, termasuk modifikasi peraturan untuk operasi akademik yang lebih menyeluruh di masa depan.

Adapun berita tentang para mantan member BEAST (saat ini bernama Highlight) yang menerima perlakuan khusus di universitas muncul pada Agustus 2018 lalu. Mereka dikabarkan menerima perlakuan khusus untuk kehadiran, beasiswa, dan kelulusan.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan, aktivitas penyiaran para selebriti di Universitas Dongshin tetap diakui sebagai kehadiran meskipun mereka tidak hadir di kelas. Hal tersebut merupakan kebijakan internal dari departemen kampus bersangkutan. Namun hal tersebut dianggap menjadi perlakuan khusus bagi mereka yang menerimanya karena tidak sesuai dengan peraturan tertulis di universitas itu.

Editor           : Deti Mega Purnamasari

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up