YA, pacar Tamara Tyasmara resmi jadi tersangka kasus kematian kematian Andante Khalif Pramudityo atau Dante, anak Tamara Tyasmara. Ternyata, dia diketahui bernama Yudha Arfandi.
JawaPos.com - Savira Ramadhani selaku keluarga dari Yudha Arfandi, tersangka kasus dugaan pembunuhan Dante anak Tamara Tyasmara, memutuskan untuk menonaktifkan kolom komentar saat membuat unggahan bernada pembelaan terhadap abangnya.
Savira menutup kolom komentar mengingat netizen berkomentar pedas setelah melihat potongan kamera CCTV yang beredar luas di media sosial yang memperlihatkan perlakuan Yudha Arfandi pada Dante. Tak hanya itu, Savira juga menyembunyikan unggahan-unggahan dia sebelumnya karena netizen banyak berkomentar pada unggahan dia terdahulu.
Puncaknya, Savira Ramadhani menjadikan akun media sosialnya private. Padahal, dia mengaku membutuhkan netizen untuk membela dirinya untuk terus membela Yudha Arfandi.
Kepada Savira, netizen mengekspresikan kegeraman mereka mengingat Yudha Arfandi diyakini sengaja melakukan tindakan tak terpuji ke Dante sampai mengakibatkan nyawa anak berusia 6 tahun itu melayang. Netizen geram saat Savira Ramadhani menyebut abangnya bukan lah pembunuh.
"Ini matanya mbaknya buta apa katarak sih ? Sudah jelas-jelas CCTV-nya masih playing victim," komentar salah satu netizen pada kolom komentar unggahan lama Savira Ramadhani, sebelum unggahannya disembunyikan dan akun media sosialnya di-private.
"Agak lain memang ku tengok betina satu ini," timpal netizen lain tidak kalah geramnya.
Netizen tentu sangat menghargai Savira Ramadhani membela Yudha Arfani yang merupakan bagian dari keluarganya. Namun yang seharusnya dibela adalah Yudha sebagai manusia dan keluarga, bukan perbuatan biadab yang telah dilakukan Yudha terhadap Dante.
"Mbak kalau mau speak up silahkan, mbaknya mengelak kejadian itu karena posisi CCTV dari belakang kan. Coba jelaskan apa yang terjadi dari sisi CCTV depan secara logis mbak, jadi mungkin mbaknya bisa jelasin dengan detail terkait itu," komentar salah satu netizen.
"Wajar banget kok setiap orang membela diri, jika memang mbak dalam kebenaran ya mbaknya harus berani speak up tentang masalah itu. Tidak keluar konteks dengan bawa bawa video lama ataupun masalah kedekatan, karena Allah membolak balikkan hati. Kadang rasa cinta bisa jadi rasa benci, saya tidak ingin suudzon akan tetapi mbaknya juga harus jelaskan yang terjadi dari depan secara detail. Insya Allah jika mbak benar pasti akan sesuai dengan nalar kok," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
